{"id":5873,"date":"2026-04-02T10:23:00","date_gmt":"2026-04-02T10:23:00","guid":{"rendered":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/?p=5873"},"modified":"2026-04-08T04:06:29","modified_gmt":"2026-04-08T04:06:29","slug":"cara-hitung-untung-rugi-jualan-online","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/","title":{"rendered":"Jangan Asal Jual! Ini Cara Hitung Untung Rugi Jualan Online Agar Tidak Boncos"},"content":{"rendered":"\n<p>Cara menghitung laba bersih jualan online yang benar adalah dengan mengurangi Laba Kotor (Harga Jual &#8211; HPP) dengan seluruh biaya operasional, meliputi biaya admin marketplace, biaya layanan, biaya marketing, pengemasan, dan biaya operasional kecil lainnya. Banyak seller merasa omzet toko besar, tapi saldo yang masuk tipis karena yang dilihat hanya penjualan kotor, bukan laba bersih setelah semua potongan dan biaya ikut dihitung.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Di Shopee, seller sejak 20 Juli 2025 juga terkena biaya proses pesanan Rp1.250 per transaksi sukses, selain biaya administrasi yang berbeda menurut kategori dan status toko. Di Tokopedia, biaya layanan per produk terjual juga berbeda menurut kategori, dan program gratis ongkir seller punya potongan tersendiri yang bisa berubah sesuai skema toko dan program yang diikuti.<\/p>\n\n\n\n<p>Masalahnya, banyak seller marketplace masih mencampur omzet, gross profit, dan net profit jadi satu. Padahal omzet itu cuma total penjualan kotor. Sementara gross profit biasanya baru mengurangi HPP, dan net profit atau laba bersih baru benar-benar menunjukkan uang yang tersisa setelah biaya admin, iklan, pengemasan, cashback, sampai operasional toko ikut dipotong. <a href=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menjadi-distributor-online\/\">Ini penting buat seller<\/a> Shopee, Tokopedia, Lazada, sampai TikTok Shop, karena model bisnis marketplace memang penuh potongan yang terlihat kecil satu per satu, tapi kalau dijumlahkan bisa bikin margin jebol.<\/p>\n\n\n\n<p>Artikel ini akan membahas cara menghitung laba, cara hitung untung, dan laba rugi jualan di marketplace dengan bahasa yang praktis. Fokusnya bukan teori akuntansi berat, tapi solusi nyata buat seller yang sering bingung kenapa penjualan ramai tapi profit tipis. Kamu juga akan dapat rumus sederhana, contoh kasus nyata, tips optimasi margin, dan arahan untuk mulai audit keuangan toko secara rutin.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/#Mengapa_Seller_Sering_Salah_Hitung_Laba_Jualan_Online\" >Mengapa Seller Sering Salah Hitung Laba Jualan Online?<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/#Terlalu_Fokus_Omzet\" >Terlalu Fokus Omzet<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/#Biaya_Kecil_Diabaikan\" >Biaya Kecil Diabaikan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/#Struktur_Biaya_Marketplace\" >Struktur Biaya Marketplace<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/#Komponen_Biaya_dalam_Operasional_Marketplace\" >Komponen Biaya dalam Operasional Marketplace<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/#Biaya_Admin_dan_Layanan\" >Biaya Admin dan Layanan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/#Biaya_Marketing\" >Biaya Marketing<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/#Biaya_Pengemasan\" >Biaya Pengemasan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/#Biaya_Operasional_Lain\" >Biaya Operasional Lain<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/#Rumus_Sederhana_Menghitung_Laba_Bersih_Jualan\" >Rumus Sederhana Menghitung Laba Bersih Jualan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/#Tabel_Perbandingan_Biaya_Admin_Marketplace\" >Tabel Perbandingan Biaya Admin Marketplace<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/#Cara_Optimasi_Margin_Agar_Bisnis_Tetap_Sehat\" >Cara Optimasi Margin Agar Bisnis Tetap Sehat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/#Cara_Membuat_Harga_Jual_yang_Tidak_Boncos\" >Cara Membuat Harga Jual yang Tidak Boncos<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/#Audit_Bulanan_Kebiasaan_yang_Sering_Diabaikan_Seller\" >Audit Bulanan: Kebiasaan yang Sering Diabaikan Seller<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengapa_Seller_Sering_Salah_Hitung_Laba_Jualan_Online\"><\/span><strong>Mengapa Seller Sering Salah Hitung Laba Jualan Online?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-75.jpeg\" alt=\"Salah Hitung Laba Jualan Online\" class=\"wp-image-6794\" srcset=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-75.jpeg 640w, https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-75-300x169.jpeg 300w, https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-75-512x288.jpeg 512w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Terlalu_Fokus_Omzet\"><\/span>Terlalu Fokus Omzet<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Alasan paling umum seller salah hitung laba adalah karena terlalu fokus pada omzet. Misalnya, dalam satu hari toko kamu menjual Rp2 juta.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sekilas angkanya terlihat bagus, bahkan bikin semangat. Tapi omzet bukan laba. Dari angka Rp2 juta itu, masih ada HPP, potongan admin, biaya layanan, biaya promo, packaging, dan kadang biaya iklan internal ads yang terus menggerus margin.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau kamu cuma melihat saldo masuk tanpa membedakan mana omzet dan mana laba bersih, hasil bacanya pasti bias.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Biaya_Kecil_Diabaikan\"><\/span>Biaya Kecil Diabaikan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Masalah kedua adalah biaya kecil yang sering diabaikan. Lakban, plastik, bubble wrap, kardus, stiker, kertas invoice, bahkan tenaga packing sering tidak dimasukkan ke perhitungan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Padahal buat seller UMKM, biaya-biaya seperti ini kalau dikumpulkan per order bisa cukup besar. Belum lagi kalau kamu ikut promo gratis ongkir, cashback, atau iklan per klik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Nilainya memang terlihat kecil per transaksi, tapi total bulanan bisa memakan profit yang harusnya jadi untung jualan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Struktur_Biaya_Marketplace\"><\/span>Struktur Biaya Marketplace<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Masalah ketiga ada pada struktur biaya marketplace yang berubah-ubah. Shopee dan Tokopedia tidak hanya punya satu jenis potongan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ada potongan platform, program promo, dan biaya tambahan lain yang tergantung kategori, status seller, serta program yang diikuti. Shopee secara publik diketahui mengenakan biaya proses pesanan Rp1.250 per transaksi sukses sejak Juli 2025, di luar biaya administrasi dan biaya program seperti Gratis Ongkir XTRA atau Promo XTRA.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tokopedia juga mengenakan biaya layanan per produk terjual yang berbeda menurut kategori, dan program gratis ongkir seller dikenai potongan tersendiri dengan skema yang bisa berubah.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, kalau kamu merasa \u201ckok saldo seller tipis padahal order banyak\u201d, biasanya sumber masalahnya ada di sini: omzet dibaca sebagai profit, biaya tersembunyi tidak masuk hitungan, dan potongan platform tidak dipantau secara detail.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Komponen_Biaya_dalam_Operasional_Marketplace\"><\/span><strong>Komponen Biaya dalam Operasional Marketplace<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-76.jpeg\" alt=\"Salah Hitung Laba Jualan Online\" class=\"wp-image-6795\" srcset=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-76.jpeg 640w, https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-76-300x169.jpeg 300w, https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-76-512x288.jpeg 512w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Sebelum menghitung laba bersih, kamu perlu tahu dulu komponen biaya apa saja yang wajib masuk ke rumus. Ini penting supaya cara menghitung laba jualan di marketplace tidak berhenti di teori, tapi benar-benar mencerminkan kondisi toko kamu.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara umum, komponen biaya seller marketplace bisa dibagi menjadi empat kelompok.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>HPP atau Harga Pokok Penjualan, yaitu biaya modal produk.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya marketplace, seperti potongan admin, biaya layanan, biaya gratis ongkir, dan cashback program.<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya marketing, seperti iklan per klik atau biaya promosi lain.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya operasional, seperti bubble wrap, kardus, lakban, listrik, gaji karyawan, atau ongkos admin gudang.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Biaya_Admin_dan_Layanan\"><\/span>Biaya Admin dan Layanan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Biaya admin dan biaya layanan adalah komponen yang paling sering bikin seller salah baca margin. Di Shopee, biaya administrasi berbeda menurut kategori dan status toko, dan sejak 20 Juli 2025 ada juga biaya proses pesanan Rp1.250 per transaksi sukses yang berlaku untuk semua penjual.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Shopee juga punya biaya tambahan untuk program tertentu seperti Gratis Ongkir XTRA dan Promo XTRA sehingga seller perlu mengecek rincian aktual di Seller Centre karena biaya bisa berbeda berdasarkan kategori produk dan program yang diaktifkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Di Tokopedia, biaya layanan juga dihitung per produk terjual dan nilainya berbeda menurut kategori. Dokumen biaya layanan Official Store Tokopedia menunjukkan banyak kategori dikenai 4% per produk terjual, meski tentu tidak semua kategori selalu sama.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, program gratis ongkir Tokopedia untuk seller punya potongan tersendiri yang menurut ringkasan 2025 berlaku untuk berbagai tipe toko dan bisa berubah menyesuaikan program.<\/p>\n\n\n\n<p>Artinya, biaya admin Shopee dan biaya admin Tokopedia tidak bisa dipukul rata untuk semua seller. Makanya, saat kamu membuat artikel atau kalkulator, pakai struktur hitung yang fleksibel.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan terlalu kaku dengan satu angka tetap. Lebih aman pakai contoh angka realistis lalu beri catatan bahwa seller wajib cek rate terbaru di dashboard masing-masing.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Biaya_Marketing\"><\/span>Biaya Marketing<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Biaya marketing sering terasa \u201copsional\u201d, padahal dalam praktik jualan marketplace, biaya ini sangat sering muncul. Seller bisa keluar uang untuk internal ads, ikut promo campaign, memberi voucher toko, atau menanggung sebagian biaya gratis ongkir dan cashback.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Semua itu memang bisa bantu menaikkan penjualan, tapi kalau tidak dihitung ke margin, ujung-ujungnya kamu bisa ramai order tapi tipis profit.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, kamu pasang iklan dengan biaya per klik. Kalau produknya banyak klik tapi conversion rendah, biaya iklan bisa membengkak tanpa menghasilkan cukup penjualan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Begitu juga kalau kamu sering ikut promo besar tanpa menghitung potongan total. Jadi, biaya marketing harus dianggap sebagai biaya nyata, bukan sekadar \u201cbonus promosi\u201d.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Biaya_Pengemasan\"><\/span>Biaya Pengemasan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Banyak seller lupa bahwa packaging itu bukan gratis. Bubble wrap, kardus, plastik, lakban, stiker, kertas invoice, sampai filler untuk produk pecah belah adalah biaya nyata.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kalaupun nilainya hanya Rp500 sampai Rp3.000 per order, tetap harus masuk hitungan. Kalau toko kamu memproses ratusan order per bulan, totalnya bisa signifikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain bahan pengemasan, kamu juga bisa memasukkan BTKL atau biaya tenaga kerja langsung kalau sudah ada orang yang bantu packing. Buat UMKM kecil, ini bisa dihitung sederhana per order atau per bulan, lalu dibagi rata ke jumlah penjualan. Dengan begitu, perhitungan laba rugi jualan jadi lebih realistis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Biaya_Operasional_Lain\"><\/span>Biaya Operasional Lain<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Kalau tokomu sudah agak serius, kamu juga perlu memasukkan biaya listrik, internet, software, sewa ruang, dan gaji admin. Tidak harus rumit.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Yang penting, biaya tetap seperti ini tidak dibiarkan \u201cmenghilang\u201d dari rumus. Seller sering merasa untung karena cuma mengurangi modal barang, padahal biaya bulanan yang menopang operasional belum masuk.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Rumus_Sederhana_Menghitung_Laba_Bersih_Jualan\"><\/span><strong>Rumus Sederhana Menghitung Laba Bersih Jualan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"425\" src=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-74.jpeg\" alt=\"Rumus Sederhana Menghitung Laba Bersih Jualan\" class=\"wp-image-6793\" srcset=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-74.jpeg 640w, https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-74-300x199.jpeg 300w, https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-74-512x340.jpeg 512w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Sekarang masuk ke inti: cara menghitung laba dengan rumus yang simpel.<\/p>\n\n\n\n<p>Rumus sederhana: <strong>Laba Bersih = (Harga Jual &#8211; HPP) &#8211; (Biaya Admin + Biaya Layanan + Biaya Marketing + Biaya Pengemasan + Biaya Operasional per produk)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kalau ingin lebih gampang, kamu bisa pecah jadi dua tahap:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Gross Profit = Harga Jual &#8211; HPP<\/li>\n\n\n\n<li>Net Profit = Gross Profit &#8211; semua biaya tambahan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Rumus ini sangat penting karena memisahkan laba kotor dari laba bersih. Banyak seller berhenti di gross profit lalu merasa aman, padahal margin finalnya sudah habis dimakan potongan admin dan biaya lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh Kasus: Jual Baju Harga Rp100.000. Misalnya, kamu jual baju di marketplace dengan data seperti ini:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Harga jual: Rp100.000<\/li>\n\n\n\n<li>HPP: Rp45.000<\/li>\n\n\n\n<li>Potongan admin\/layanan marketplace: Rp8.000<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya gratis ongkir\/promo: Rp4.000<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya iklan: Rp3.000<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya packaging: Rp2.000<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya operasional dialokasikan per produk: Rp3.000<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Maka hitungnya: Gross Profit = Rp100.000 &#8211; Rp45.000 = Rp55.000<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Net Profit = Rp55.000 &#8211; (Rp8.000 + Rp4.000 + Rp3.000 + Rp2.000 + Rp3.000)<\/li>\n\n\n\n<li>Net Profit = Rp55.000 &#8211; Rp20.000 = Rp35.000<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Jadi, laba bersih kamu bukan Rp55.000, tapi Rp35.000.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Berikut versi tabelnya:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td><strong>Komponen<\/strong><\/td><td><strong>Nilai<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Harga Jual<\/td><td>Rp100.000<\/td><\/tr><tr><td>HPP<\/td><td>Rp45.000<\/td><\/tr><tr><td>Laba Kotor<\/td><td>Rp55.000<\/td><\/tr><tr><td>Potongan Admin &amp; Layanan<\/td><td>Rp8.000<\/td><\/tr><tr><td>Biaya Gratis Ongkir\/Promo<\/td><td>Rp4.000<\/td><\/tr><tr><td>Biaya Iklan<\/td><td>Rp3.000<\/td><\/tr><tr><td>Biaya Packaging<\/td><td>Rp2.000<\/td><\/tr><tr><td>Biaya Operasional<\/td><td>Rp3.000<\/td><\/tr><tr><td><strong>Laba Bersih<\/strong><\/td><td><strong>Rp35.000<\/strong><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Contoh ini menunjukkan bahwa cara hitung untung tidak boleh cuma berhenti di selisih harga jual dan modal. Kalau kamu dropshipper, struktur HPP mungkin berbeda karena tidak ada stok, tapi biaya admin, iklan, dan layanan tetap harus masuk.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau kamu seller UMKM dengan gudang sendiri, biaya operasional malah biasanya lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tabel_Perbandingan_Biaya_Admin_Marketplace\"><\/span><strong>Tabel Perbandingan Biaya Admin Marketplace<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td><strong>Platform<\/strong><\/td><td><strong>Komponen Biaya<\/strong><\/td><td><strong>Catatan Praktis<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Shopee<\/td><td>Biaya administrasi per kategori + biaya proses pesanan Rp1.250\/transaksi sukses + biaya program promo tertentu<\/td><td>Seller perlu cek kategori dan program aktif di Seller Centre karena tarif bervariasi. (<a href=\"https:\/\/katadata.co.id\/digital\/e-commerce\/685a7d4856939\/daftar-biaya-dalam-transaksi-shopee-bagi-penjual-ataupun-pembeli?utm_source=chatgpt.com\">Katadata<\/a>)<\/td><\/tr><tr><td>Tokopedia<\/td><td>Biaya layanan per produk terjual, berbeda menurut kategori + biaya program gratis ongkir seller<\/td><td>Banyak kategori Official Store tercatat 4%, tapi seller tetap perlu cek kategori tokonya masing-masing. (<a href=\"https:\/\/assets.tokopedia.net\/asts\/helpcenter\/%7B2024%7D\/%7B08%7D\/Rincian%20Biaya%20Layanan%20Official%20Store%20Tokopedia%20-%20Sheet1.pdf?utm_source=chatgpt.com\">assets.tokopedia.net<\/a>)<\/td><\/tr><tr><td>Lazada<\/td><td>Biaya berbeda menurut layanan dan program<\/td><td>Gunakan struktur hitung yang sama: masukkan semua potongan ke rumus net profit.<\/td><\/tr><tr><td>TikTok Shop<\/td><td>Biaya platform dan promo bisa berubah \u062d\u0633\u0628 program<\/td><td>Seller harus selalu cek dashboard aktual sebelum menetapkan margin.<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Optimasi_Margin_Agar_Bisnis_Tetap_Sehat\"><\/span><strong>Cara Optimasi Margin Agar Bisnis Tetap Sehat<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah paham cara hitung laba, langkah berikutnya adalah menjaga margin supaya bisnis tidak sekadar rame orderan. Salah satu caranya adalah menaikkan harga jual secara cerdas.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Banyak seller takut harga naik karena khawatir pembeli kabur. Padahal, harga bisa dinaikkan secara bertahap kalau value produk jelas.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, perbaiki foto, tambahkan bundling, naikkan kualitas packaging, atau tonjolkan kecepatan pengiriman. Pembeli tidak hanya membandingkan angka, tapi juga alasan kenapa produkmu layak dibeli.<\/p>\n\n\n\n<p>Cara kedua adalah efisiensi biaya operasional. Cek lagi apakah bahan packing bisa dibeli grosir, apakah iklanmu benar-benar menghasilkan conversion, dan apakah ada biaya kecil yang bisa dipangkas tanpa menurunkan kualitas layanan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kadang margin bocor bukan karena harga terlalu murah, tapi karena operasional terlalu boros dan tidak pernah diaudit.<\/p>\n\n\n\n<p>Cara ketiga adalah memisahkan produk berdasarkan margin. Jangan samakan perlakuan untuk semua produk.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ada produk yang cocok dijadikan traffic generator meski marginnya tipis, tapi harus ditopang oleh produk lain yang marginnya lebih sehat. Dengan begitu, toko kamu tidak hanya mengejar omzet, tapi juga struktur profit yang seimbang.<\/p>\n\n\n\n<p>Cara keempat, audit laporan toko setiap bulan. Minimal kamu harus paham produk mana yang paling laku, mana yang paling banyak makan iklan, mana yang sering ikut promo, dan mana yang sebenarnya paling sehat secara laba bersih. <a href=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/perbedaan-reseller-dropshipper-dan-affiliate\/\">Ini jauh lebih penting<\/a> daripada sekadar lihat total penjualan bulanan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Membuat_Harga_Jual_yang_Tidak_Boncos\"><\/span><strong>Cara Membuat Harga Jual yang Tidak Boncos<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Banyak seller salah di langkah awal: mereka menetapkan harga jual hanya berdasarkan harga kompetitor. Padahal harga pesaing tidak selalu mencerminkan laba yang sehat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Bisa jadi seller lain sedang bakar uang, buang stok, atau memang punya HPP jauh lebih murah. Jadi, cara yang lebih aman adalah hitung dulu harga dasar sehat dari tokomu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Rumus sederhananya seperti ini: <strong>Harga Jual Minimum = HPP + semua biaya + laba target<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya HPP produk Rp40.000, semua biaya marketplace dan operasional rata-rata Rp15.000, dan kamu ingin laba bersih Rp15.000. Maka harga jual minimalmu adalah Rp70.000.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dari sini baru kamu lihat apakah angka itu masih kompetitif di pasar. Kalau ternyata pasar hanya sanggup di Rp62.000, berarti ada yang harus disesuaikan: HPP, biaya operasional, atau positioning produk.<\/p>\n\n\n\n<p>Pendekatan ini bikin kamu lebih waras saat membaca harga pasar. Kamu jadi tidak mudah ikut perang harga yang ujungnya merusak margin sendiri.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Audit_Bulanan_Kebiasaan_yang_Sering_Diabaikan_Seller\"><\/span><strong>Audit Bulanan: Kebiasaan yang Sering Diabaikan Seller<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Salah satu pembeda seller yang tumbuh dengan seller yang hanya sibuk jualan adalah kebiasaan audit. Kamu tidak perlu jadi akuntan untuk melakukan audit sederhana.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Cukup catat penjualan bulanan, total potongan admin, total biaya iklan, biaya packing, dan biaya operasional tetap. Dari situ, lihat produk mana yang menghasilkan net profit tertinggi, bukan cuma omzet tertinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Audit ini penting karena kondisi marketplace berubah cepat. Biaya admin bisa berubah, promo bisa makin mahal, dan persaingan iklan bisa makin ketat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau kamu tidak rutin cek laporan, kamu bisa terus menjual produk yang terlihat laris tapi ternyata marginnya nyaris habis.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span><strong>Kesimpulan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Cara menghitung laba jualan di marketplace tidak boleh berhenti di rumus \u201charga jual dikurangi modal\u201d. Supaya hasilnya akurat, kamu wajib memasukkan HPP, biaya admin, biaya layanan, biaya gratis ongkir, biaya iklan, packaging, dan biaya operasional ke dalam perhitungan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Di situlah bedanya omzet, laba kotor, dan laba bersih. Omzet besar belum tentu berarti profit besar. Kalau potongan dan biaya tidak dihitung, seller bisa merasa ramai tapi sebenarnya tipis untung.<\/p>\n\n\n\n<p>Buat seller Shopee, Tokopedia, Lazada, maupun TikTok Shop, kunci utamanya adalah disiplin membaca struktur biaya dan rutin audit laporan keuangan toko setiap bulan. Nantinya, kamu bisa tahu produk mana yang sehat, mana yang hanya ramai, dan kapan harus menaikkan harga atau mengurangi biaya.<\/p>\n\n\n\n<p>BTW, sebelum menambah stok atau ikut promo besar, mending langsung pakai <a href=\"https:\/\/tokpee.co\/\">Tokpee<\/a> deh. Kamu bisa menggunakan insight-nya untuk memastikan toko kamu nggak cuma ramai, tapi juga benar-benar profit dengan semua fiturnya!<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"455\" src=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-77-1024x455.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-6796\" srcset=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-77-1024x455.jpeg 1024w, https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-77-300x133.jpeg 300w, https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-77-768x342.jpeg 768w, https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-77-512x228.jpeg 512w, https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-77-920x409.jpeg 920w, https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-77.jpeg 1403w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Cara menghitung laba bersih jualan online yang benar adalah dengan mengurangi Laba Kotor (Harga Jual &#8211; HPP) dengan&hellip;","protected":false},"author":4,"featured_media":6797,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"csco_display_header_overlay":false,"csco_singular_sidebar":"","csco_page_header_type":"","footnotes":""},"categories":[138],"tags":[],"class_list":{"0":"post-5873","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-panduan-seller","8":"cs-entry"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Jangan Asal Jual! Ini Cara Hitung Untung Rugi Jualan Online Agar Tidak Boncos - Tokpee Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Cara menghitung laba operasional dengan rumus sederhana dan contohnya untuk bisnis, kinerja usaha lebih terukur dengan ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jangan Asal Jual! Ini Cara Hitung Untung Rugi Jualan Online Agar Tidak Boncos - Tokpee Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cara menghitung laba operasional dengan rumus sederhana dan contohnya untuk bisnis, kinerja usaha lebih terukur dengan ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Tokpee Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-02T10:23:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-08T04:06:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-78.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"572\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"coriena\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"coriena\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/\"},\"author\":{\"name\":\"coriena\",\"@id\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/#\/schema\/person\/40e3868368269cfee37bb923d6cfb61f\"},\"headline\":\"Jangan Asal Jual! Ini Cara Hitung Untung Rugi Jualan Online Agar Tidak Boncos\",\"datePublished\":\"2026-04-02T10:23:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-08T04:06:29+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/\"},\"wordCount\":2088,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-78.jpeg\",\"articleSection\":[\"Panduan Seller\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/\",\"url\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/\",\"name\":\"Jangan Asal Jual! Ini Cara Hitung Untung Rugi Jualan Online Agar Tidak Boncos - Tokpee Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-78.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-04-02T10:23:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-08T04:06:29+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/#\/schema\/person\/40e3868368269cfee37bb923d6cfb61f\"},\"description\":\"Cara menghitung laba operasional dengan rumus sederhana dan contohnya untuk bisnis, kinerja usaha lebih terukur dengan ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-78.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-78.jpeg\",\"width\":1024,\"height\":572,\"caption\":\"Cara Hitung Untung Rugi Jualan Online\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Jangan Asal Jual! Ini Cara Hitung Untung Rugi Jualan Online Agar Tidak Boncos\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/\",\"name\":\"Tokpee Blog\",\"description\":\"Tokpee: Meraih Sukses di Marketplace dengan Cerdas\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/#\/schema\/person\/40e3868368269cfee37bb923d6cfb61f\",\"name\":\"coriena\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/foto-profile-148x148.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/foto-profile-148x148.jpg\",\"caption\":\"coriena\"},\"description\":\"A psychology graduate who happens to love writing and reviewing things\",\"url\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/author\/coriena\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jangan Asal Jual! Ini Cara Hitung Untung Rugi Jualan Online Agar Tidak Boncos - Tokpee Blog","description":"Cara menghitung laba operasional dengan rumus sederhana dan contohnya untuk bisnis, kinerja usaha lebih terukur dengan ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Jangan Asal Jual! Ini Cara Hitung Untung Rugi Jualan Online Agar Tidak Boncos - Tokpee Blog","og_description":"Cara menghitung laba operasional dengan rumus sederhana dan contohnya untuk bisnis, kinerja usaha lebih terukur dengan ini!","og_url":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/","og_site_name":"Tokpee Blog","article_published_time":"2026-04-02T10:23:00+00:00","article_modified_time":"2026-04-08T04:06:29+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":572,"url":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-78.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"coriena","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"coriena","Est. reading time":"11 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/"},"author":{"name":"coriena","@id":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/#\/schema\/person\/40e3868368269cfee37bb923d6cfb61f"},"headline":"Jangan Asal Jual! Ini Cara Hitung Untung Rugi Jualan Online Agar Tidak Boncos","datePublished":"2026-04-02T10:23:00+00:00","dateModified":"2026-04-08T04:06:29+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/"},"wordCount":2088,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-78.jpeg","articleSection":["Panduan Seller"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/","url":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/","name":"Jangan Asal Jual! Ini Cara Hitung Untung Rugi Jualan Online Agar Tidak Boncos - Tokpee Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-78.jpeg","datePublished":"2026-04-02T10:23:00+00:00","dateModified":"2026-04-08T04:06:29+00:00","author":{"@id":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/#\/schema\/person\/40e3868368269cfee37bb923d6cfb61f"},"description":"Cara menghitung laba operasional dengan rumus sederhana dan contohnya untuk bisnis, kinerja usaha lebih terukur dengan ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/#primaryimage","url":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-78.jpeg","contentUrl":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-78.jpeg","width":1024,"height":572,"caption":"Cara Hitung Untung Rugi Jualan Online"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-hitung-untung-rugi-jualan-online\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Jangan Asal Jual! Ini Cara Hitung Untung Rugi Jualan Online Agar Tidak Boncos"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/#website","url":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/","name":"Tokpee Blog","description":"Tokpee: Meraih Sukses di Marketplace dengan Cerdas","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/#\/schema\/person\/40e3868368269cfee37bb923d6cfb61f","name":"coriena","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/foto-profile-148x148.jpg","contentUrl":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/foto-profile-148x148.jpg","caption":"coriena"},"description":"A psychology graduate who happens to love writing and reviewing things","url":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/author\/coriena\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5873","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5873"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5873\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6799,"href":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5873\/revisions\/6799"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6797"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5873"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5873"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5873"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}