{"id":5940,"date":"2026-04-06T04:07:53","date_gmt":"2026-04-06T04:07:53","guid":{"rendered":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/?p=5940"},"modified":"2026-04-09T09:41:00","modified_gmt":"2026-04-09T09:41:00","slug":"cara-menghitung-omset-perbulan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/","title":{"rendered":"Cara Menghitung Omset Toko Shopee &#038; Tokopedia Per Bulan, Rumus + Tools Analisis"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Omset perbulan adalah<\/strong> total pendapatan kotor dari seluruh transaksi penjualan di marketplace selama satu bulan sebelum dikurangi biaya apa pun. Penting untuk membedakan omset dari profit karena omset hanya menunjukkan volume transaksi, sedangkan <strong>profit adalah<\/strong> sisa uang bersih setelah dikurangi HPP, biaya admin, dan iklan. Tanpa membedakan keduanya, seller berisiko mengalami kebocoran modal meskipun angka penjualan terlihat tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Artikel ini akan bahas apa itu omset perbulan, rumus menghitungnya, cara melihat omset toko di Shopee dan Tokopedia, sampai <a href=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-analisis-omzet-toko-shopee\/\">cara analisis omset toko kompetitor<\/a> dengan pendekatan yang lebih praktis. Langsung aja kita bahas sekarang!<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/#Apa_Itu_Omset_Perbulan_dalam_Konteks_Jualan_Online\" >Apa Itu Omset Perbulan dalam Konteks Jualan Online?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/#Rumus_Cara_Menghitung_Omset_Bulanan\" >Rumus Cara Menghitung Omset Bulanan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/#Cara_Melihat_Omset_Toko_Shopee_Secara_Otomatis\" >Cara Melihat Omset Toko Shopee Secara Otomatis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/#Cara_Menganalisis_Omset_Toko_Kompetitor_di_Shopee_Menggunakan_Tokpee\" >Cara Menganalisis Omset Toko Kompetitor di Shopee Menggunakan Tokpee<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/#Cara_Menghitung_Omset_vs_Profit_Jangan_Sampai_Tertukar\" >Cara Menghitung Omset vs Profit: Jangan Sampai Tertukar<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/#Tips_Menaikkan_Omset_Toko_Shopee_Per_Bulan\" >Tips Menaikkan Omset Toko Shopee Per Bulan<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/#Fokus_ke_Produk_Berpotensi\" >Fokus ke Produk Berpotensi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/#Pakai_Data\" >Pakai Data!<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/#Memanfaatkan_Momen_Penting\" >Memanfaatkan Momen Penting<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/#Track_Omset\" >Track Omset<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/#Kapan_Seller_Harus_Fokus_Naikkan_Omset_dan_Kapan_Harus_Fokus_Efisiensi\" >Kapan Seller Harus Fokus Naikkan Omset, dan Kapan Harus Fokus Efisiensi?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Omset_Perbulan_dalam_Konteks_Jualan_Online\"><\/span><strong>Apa Itu Omset Perbulan dalam Konteks Jualan Online?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"190\" src=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-7-1024x190.png\" alt=\"Omset Perbulan  Jualan Online\" class=\"wp-image-6826\" srcset=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-7-1024x190.png 1024w, https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-7-300x56.png 300w, https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-7-768x142.png 768w, https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-7-512x95.png 512w, https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-7-920x171.png 920w, https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-7.png 1149w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Secara sederhana, apa itu omset perbulan? Omset bulanan adalah total pendapatan kotor dari seluruh penjualan dalam satu bulan, sebelum dikurangi HPP, biaya admin marketplace, ongkir, packing, iklan, dan biaya operasional lain.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau tokomu mencatat total penjualan Rp10 juta dalam 30 hari, maka itulah omset bulananmu. Angka ini belum bicara untung atau rugi, tapi menunjukkan seberapa besar transaksi yang berhasil masuk.<\/p>\n\n\n\n<p>Masalahnya, banyak seller masih menganggap omset sama dengan keuntungan. Padahal beda jauh.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, Toko A punya omset Rp10 juta per bulan. Tapi setelah dikurangi biaya layanan marketplace, biaya admin, ongkir subsidi, HPP, dan packaging, profit bersihnya bisa jauh lebih kecil.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Shopee mengenakan biaya administrasi yang berbeda per kategori dan status seller, ditambah biaya proses pesanan Rp1.250 per transaksi sukses.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tokopedia juga mengenakan biaya layanan per produk terjual yang berbeda menurut kategori, misalnya banyak kategori Official Store tercantum 4% pada dokumen biaya layanannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat kamu belajar cara menghitung omset penjualan online, hal pertama yang harus dipahami adalah ini: omset itu angka pendapatan kotor. Penting untuk memantau pertumbuhan toko, tapi tidak bisa dipakai sendirian untuk menilai apakah bisnismu sehat atau tidak.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Rumus_Cara_Menghitung_Omset_Bulanan\"><\/span><strong>Rumus Cara Menghitung Omset Bulanan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Kalau kamu ingin tahu cara menghitung omset perbulan, rumusnya sangat sederhana:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Omset Bulanan = Total seluruh penjualan dalam 1 bulan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kalau mau lebih rinci, kamu bisa menjumlahkan omset harian, lalu menggabungkannya jadi mingguan, lalu bulanan. Cara ini lebih enak dipakai karena kamu bisa melihat pola naik-turun penjualan, bukan cuma angka total di akhir bulan.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya nih, penjualan tokomu selama 4 minggu seperti:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td><strong>Minggu<\/strong><\/td><td><strong>Penjualan<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Minggu 1<\/td><td>Rp2.150.000<\/td><\/tr><tr><td>Minggu 2<\/td><td>Rp2.600.000<\/td><\/tr><tr><td>Minggu 3<\/td><td>Rp2.350.000<\/td><\/tr><tr><td>Minggu 4<\/td><td>Rp2.900.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Maka: <strong>Omset Bulanan = Rp2.150.000 + Rp2.600.000 + Rp2.350.000 + Rp2.900.000 = Rp10.000.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dari contoh ini, kamu bisa melihat bahwa cara hitung omset sebenarnya mudah. Yang sulit justru konsistensi pencatatannya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Banyak seller baru cuma melihat saldo masuk, padahal belum tentu semua transaksi dari bulan itu sudah lengkap, apalagi kalau ada pesanan batal, retur, atau pengiriman tertunda.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, supaya cara menghitung omset toko Shopee atau Tokopedia lebih rapi, biasakan ambil data dari dashboard penjualan dalam periode bulanan yang konsisten. Jangan campur data harian yang belum final dengan asumsi kasar dari saldo rekening.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Melihat_Omset_Toko_Shopee_Secara_Otomatis\"><\/span><strong>Cara Melihat Omset Toko Shopee Secara Otomatis<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"579\" src=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-8-1024x579.png\" alt=\"Cara Melihat Omset Toko Shopee Secara Otomatis\" class=\"wp-image-6827\" srcset=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-8-1024x579.png 1024w, https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-8-300x170.png 300w, https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-8-768x434.png 768w, https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-8-512x290.png 512w, https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-8-920x520.png 920w, https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-8.png 1531w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Kalau kamu jualan di Shopee, cara paling praktis untuk melihat omset adalah lewat Seller Centre atau Business Insights. Shopee menyediakan overview performa toko dan tren metrik dari waktu ke waktu sehingga seller bisa melihat gambaran cepat soal performa penjualan dan metrik utama lain di tab overview.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Artinya, kamu tidak harus menghitung semua dari nol kalau hanya ingin melihat total penjualan dan tren dasar toko.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara umum, langkahnya seperti ini:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Masuk ke Seller Centre<\/li>\n\n\n\n<li>Buka bagian performa atau insight toko<\/li>\n\n\n\n<li>Pilih rentang tanggal bulanan.\u00a0<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Dari situ, kamu biasanya bisa melihat total penjualan, jumlah pesanan, dan tren dibanding periode sebelumnya. Ini cukup membantu untuk seller yang ingin mulai cara analisis omset toko Shopee tanpa harus ekspor data manual setiap hari.<\/p>\n\n\n\n<p>Di Tokopedia, pendekatannya mirip. Aplikasi Tokopedia Seller menjelaskan bahwa seller bisa mendapatkan data statistik tentang performa penjualan toko, selain notifikasi pesanan dan pengelolaan inventaris.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi secara fungsi, Tokopedia juga sudah memberi seller akses ke data performa penjualan dasar lewat aplikasi dan dashboard seller.<\/p>\n\n\n\n<p>Masalahnya, dashboard bawaan marketplace biasanya bagus untuk membaca toko sendiri, tapi masih terbatas untuk analisis yang lebih dalam. Kamu bisa lihat omset tokomu, tapi belum tentu bisa mudah membandingkan tren kompetitor, membaca kategori, atau melihat struktur omset toko lain.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk analisis yang lebih dalam, termasuk cek omset kompetitor, kamu butuh tools tambahan seperti <a href=\"https:\/\/tokpee.co\/\">Tokpee<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"455\" src=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-135-1024x455.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-6823\" srcset=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-135-1024x455.jpeg 1024w, https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-135-300x133.jpeg 300w, https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-135-768x342.jpeg 768w, https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-135-512x228.jpeg 512w, https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-135-920x409.jpeg 920w, https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-135.jpeg 1403w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Menganalisis_Omset_Toko_Kompetitor_di_Shopee_Menggunakan_Tokpee\"><\/span><strong>Cara Menganalisis Omset Toko Kompetitor di Shopee Menggunakan Tokpee<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Dashboard bawaan marketplace hanya membantu kamu membaca toko sendiri. Tapi kalau dengan Tokpee, kamu bisa melakukan beberapa hal berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mencari nama toko atau kategori kompetitor yang ingin kamu analisis<\/li>\n\n\n\n<li>Melihat estimasi omset bulanan dan distribusi produk yang paling berkontribusi<\/li>\n\n\n\n<li>Mengidentifikasi produk terlaris yang menyumbang porsi penjualan terbesar<\/li>\n\n\n\n<li>Menggunakan insight untuk membandingkan apakah tokomu masuk kategori yang sama, apakah hargamu terlalu tinggi, atau apakah ada produk yang sebenarnya layak kamu tambah.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Menghitung_Omset_vs_Profit_Jangan_Sampai_Tertukar\"><\/span><strong>Cara Menghitung Omset vs Profit: Jangan Sampai Tertukar<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah paham omset, hal berikutnya yang wajib kamu bedakan adalah profit. Ini penting karena banyak seller senang melihat omset besar, padahal profitnya tipis. Rumus sederhananya seperti ini:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Profit = Omset &#8211; HPP &#8211; Biaya Operasional &#8211; Komisi Marketplace &#8211; Ongkos Kirim &#8211; Biaya Lainnya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kalau omset adalah total pendapatan kotor, maka profit adalah uang yang benar-benar tersisa setelah semua biaya keluar. Untuk seller Shopee dan Tokopedia, biaya-biaya ini bisa cukup banyak.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Shopee punya biaya admin berbeda per kategori, biaya proses pesanan Rp1.250 per transaksi sukses, dan biaya tambahan untuk program tertentu. Tokopedia juga punya biaya layanan per produk terjual yang berbeda menurut kategori.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya begini: tokomu omset Rp10 juta per bulan. HPP produk Rp6 juta. Biaya admin dan layanan marketplace Rp400 ribu. Ongkir subsidi dan packing Rp500 ribu. Iklan Rp700 ribu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Maka profit kasarnya adalah:<strong> Rp10.000.000 &#8211; Rp6.000.000 &#8211; Rp400.000 &#8211; Rp500.000 &#8211; Rp700.000 = Rp2.400.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Nah, di sini baru kelihatan kenapa omset tidak boleh dibaca sebagai uang bersih. Ada saatnya kamu perlu fokus menaikkan omset, misalnya saat toko masih kecil dan butuh volume penjualan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi ada juga saatnya kamu harus fokus efisiensi biaya, misalnya saat omset sudah naik tapi profit tidak ikut membesar.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tips_Menaikkan_Omset_Toko_Shopee_Per_Bulan\"><\/span><strong>Tips Menaikkan Omset Toko Shopee Per Bulan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"427\" src=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-133.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-6821\" srcset=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-133.jpeg 640w, https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-133-300x200.jpeg 300w, https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-133-512x342.jpeg 512w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fokus_ke_Produk_Berpotensi\"><\/span>Fokus ke Produk Berpotensi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Kalau tujuanmu adalah menaikkan omset, jangan cuma kejar jumlah order. Fokus dulu ke produk yang memberi kontribusi paling besar dan paling sehat untuk toko.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Terkadang, produk yang paling ramai bukan produk yang paling baik untuk dibesarkan. Produk dengan margin sehat, repeat order tinggi, dan demand stabil biasanya lebih aman untuk didorong.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pakai_Data\"><\/span>Pakai Data!<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Tips kedua, <a href=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-riset-produk-shopee-untuk-pemula\/\">gunakan data riset <\/a>untuk mencari produk baru yang sedang tumbuh. Jangan hanya mengandalkan feeling atau ikut-ikutan tren media sosial.<\/p>\n\n\n\n<p>Cek kategori yang sedang naik, lihat toko kompetitor, dan pahami varian apa yang paling cepat bergerak. Ini akan membantu menambah SKU yang memang punya potensi menyumbang omset, bukan sekadar menambah katalog.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Memanfaatkan_Momen_Penting\"><\/span>Memanfaatkan Momen Penting<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Manfaatkan momen campaign seperti flash sale, promo tanggal kembar, atau campaign besar marketplace untuk mendorong lonjakan omset bulanan. Di marketplace, ritme campaign punya pengaruh besar pada volume penjualan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi ingat, campaign harus dibaca bersama margin. Jangan sampai omset naik, tapi profit justru makin tipis karena terlalu agresif diskon.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Track_Omset\"><\/span>Track Omset<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pantau omset harian lalu cari pola. Hari apa paling ramai? Produk apa paling sering dibeli saat jam tertentu? Kapan stok sering habis?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Seller yang rutin membaca pola seperti ini akan lebih cepat mengambil keputusan soal restock, pricing, dan promo.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kapan_Seller_Harus_Fokus_Naikkan_Omset_dan_Kapan_Harus_Fokus_Efisiensi\"><\/span><strong>Kapan Seller Harus Fokus Naikkan Omset, dan Kapan Harus Fokus Efisiensi?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"427\" src=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-134.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-6822\" srcset=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-134.jpeg 640w, https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-134-300x200.jpeg 300w, https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-134-512x342.jpeg 512w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Banyak seller salah arah karena selalu berpikir target utama adalah menaikkan omset. Padahal tidak selalu begitu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau tokomu masih kecil dan traffic masih rendah, menaikkan omset memang penting karena itu tanda pasar mulai terbentuk. Tapi kalau omset sudah naik sementara profit tetap tipis, yang kamu butuhkan justru efisiensi.<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya kamu perlu fokus menaikkan omset kalau produkmu masih punya ruang demand besar, conversion rate masih bisa ditingkatkan, dan kapasitas operasional masih aman. Tapi kalau biaya admin, iklan, retur, dan packaging mulai memakan terlalu banyak margin, maka menaikkan omset saja tidak cukup.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam fase ini, kamu harus mulai memotong biaya yang bocor, memilih produk yang lebih sehat, dan menata ulang strategi promo.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, cara menghitung omset perbulan bukan sekadar soal menjumlahkan penjualan. Tujuan akhirnya adalah membaca kondisi bisnis: apakah toko sedang tumbuh dengan sehat, atau sebenarnya hanya sibuk muter angka besar tapi profit tipis.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span><strong>Kesimpulan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Memahami cara menghitung omset perbulan adalah langkah dasar yang wajib dikuasai seller marketplace. Omset membantu kamu melihat seberapa besar toko berkembang, tapi omset tidak boleh disamakan dengan profit.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Justru setelah tahu omset, kamu harus lanjut membaca biaya, margin, dan kontribusi tiap produk supaya keputusan bisnis lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau kamu jualan di Shopee atau Tokopedia, dashboard bawaan sudah cukup membantu untuk membaca performa toko sendiri. Tapi kalau kamu ingin analisis yang lebih dalam, termasuk melihat omset kompetitor, pola kategori, dan peluang produk baru, kamu perlu pakai Tokpee!<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Omset perbulan adalah total pendapatan kotor dari seluruh transaksi penjualan di marketplace selama satu bulan sebelum dikurangi biaya&hellip;","protected":false},"author":4,"featured_media":6824,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"csco_display_header_overlay":false,"csco_singular_sidebar":"","csco_page_header_type":"","footnotes":""},"categories":[138],"tags":[],"class_list":{"0":"post-5940","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-panduan-seller","8":"cs-entry"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Cara Menghitung Omset Toko Shopee &amp; Tokopedia Per Bulan, Rumus + Tools Analisis - Tokpee Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelajari cara menghitung omset perbulan toko online dengan rumus yang simpel, plus cara analisis omset Shopee dan Tokopedia agar bisnis kamu lebih terukur.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Menghitung Omset Toko Shopee &amp; Tokopedia Per Bulan, Rumus + Tools Analisis - Tokpee Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari cara menghitung omset perbulan toko online dengan rumus yang simpel, plus cara analisis omset Shopee dan Tokopedia agar bisnis kamu lebih terukur.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Tokpee Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-06T04:07:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-09T09:41:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-136.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"572\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"coriena\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"coriena\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/\"},\"author\":{\"name\":\"coriena\",\"@id\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/#\/schema\/person\/40e3868368269cfee37bb923d6cfb61f\"},\"headline\":\"Cara Menghitung Omset Toko Shopee &#038; Tokopedia Per Bulan, Rumus + Tools Analisis\",\"datePublished\":\"2026-04-06T04:07:53+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-09T09:41:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/\"},\"wordCount\":1415,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-136.jpeg\",\"articleSection\":[\"Panduan Seller\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/\",\"url\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/\",\"name\":\"Cara Menghitung Omset Toko Shopee & Tokopedia Per Bulan, Rumus + Tools Analisis - Tokpee Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-136.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-04-06T04:07:53+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-09T09:41:00+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/#\/schema\/person\/40e3868368269cfee37bb923d6cfb61f\"},\"description\":\"Pelajari cara menghitung omset perbulan toko online dengan rumus yang simpel, plus cara analisis omset Shopee dan Tokopedia agar bisnis kamu lebih terukur.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-136.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-136.jpeg\",\"width\":1024,\"height\":572,\"caption\":\"Cara Menghitung Omset Toko Shopee & Tokopedia Per Bulan\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara Menghitung Omset Toko Shopee &#038; Tokopedia Per Bulan, Rumus + Tools Analisis\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/\",\"name\":\"Tokpee Blog\",\"description\":\"Tokpee: Meraih Sukses di Marketplace dengan Cerdas\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/#\/schema\/person\/40e3868368269cfee37bb923d6cfb61f\",\"name\":\"coriena\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/foto-profile-148x148.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/foto-profile-148x148.jpg\",\"caption\":\"coriena\"},\"description\":\"A psychology graduate who happens to love writing and reviewing things\",\"url\":\"https:\/\/tokpee.co\/blog\/author\/coriena\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Menghitung Omset Toko Shopee & Tokopedia Per Bulan, Rumus + Tools Analisis - Tokpee Blog","description":"Pelajari cara menghitung omset perbulan toko online dengan rumus yang simpel, plus cara analisis omset Shopee dan Tokopedia agar bisnis kamu lebih terukur.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Cara Menghitung Omset Toko Shopee & Tokopedia Per Bulan, Rumus + Tools Analisis - Tokpee Blog","og_description":"Pelajari cara menghitung omset perbulan toko online dengan rumus yang simpel, plus cara analisis omset Shopee dan Tokopedia agar bisnis kamu lebih terukur.","og_url":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/","og_site_name":"Tokpee Blog","article_published_time":"2026-04-06T04:07:53+00:00","article_modified_time":"2026-04-09T09:41:00+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":572,"url":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-136.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"coriena","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"coriena","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/"},"author":{"name":"coriena","@id":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/#\/schema\/person\/40e3868368269cfee37bb923d6cfb61f"},"headline":"Cara Menghitung Omset Toko Shopee &#038; Tokopedia Per Bulan, Rumus + Tools Analisis","datePublished":"2026-04-06T04:07:53+00:00","dateModified":"2026-04-09T09:41:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/"},"wordCount":1415,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-136.jpeg","articleSection":["Panduan Seller"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/","url":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/","name":"Cara Menghitung Omset Toko Shopee & Tokopedia Per Bulan, Rumus + Tools Analisis - Tokpee Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-136.jpeg","datePublished":"2026-04-06T04:07:53+00:00","dateModified":"2026-04-09T09:41:00+00:00","author":{"@id":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/#\/schema\/person\/40e3868368269cfee37bb923d6cfb61f"},"description":"Pelajari cara menghitung omset perbulan toko online dengan rumus yang simpel, plus cara analisis omset Shopee dan Tokopedia agar bisnis kamu lebih terukur.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/#primaryimage","url":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-136.jpeg","contentUrl":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/image-136.jpeg","width":1024,"height":572,"caption":"Cara Menghitung Omset Toko Shopee & Tokopedia Per Bulan"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/cara-menghitung-omset-perbulan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara Menghitung Omset Toko Shopee &#038; Tokopedia Per Bulan, Rumus + Tools Analisis"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/#website","url":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/","name":"Tokpee Blog","description":"Tokpee: Meraih Sukses di Marketplace dengan Cerdas","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/#\/schema\/person\/40e3868368269cfee37bb923d6cfb61f","name":"coriena","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/foto-profile-148x148.jpg","contentUrl":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/foto-profile-148x148.jpg","caption":"coriena"},"description":"A psychology graduate who happens to love writing and reviewing things","url":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/author\/coriena\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5940","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5940"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5940\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6828,"href":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5940\/revisions\/6828"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6824"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5940"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5940"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tokpee.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5940"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}