Cara Melihat Pola Pembelian Grosir di Shopee dan Analisis Data Pesanan Cara Melihat Pola Pembelian Grosir di Shopee dan Analisis Data Pesanan

Cara Melihat Pola Pembelian Grosir di Shopee dan Analisis Data Pesanan!

Cara melihat pola pembelian grosir di Shopee dimulai dari memahami produk yang punya skema harga grosir dan bagaimana menemukannya lewat pencarian.

Setelah itu, kamu bisa baca polanya dari data “Pesanan Saya” di Seller Centre untuk melihat siapa pembeli yang sering belanja banyak, dari mana asalnya, dan kapan mereka biasanya checkout.

Di artikel Tokpee ini, kita bongkar langkahnya dengan cara yang mudah dipahami untuk strategi jualan.

Cara Melihat Pola Pembelian Grosir di Shopee

Sebelum kita ngomongin pola pembelian grosir, kita harus paham dulu bahwa grosir itu bukan cuma soal harga murah. Grosir itu juga soal perilaku belanja. 

Pembeli cenderung beli dalam jumlah lebih banyak, lebih rutin, dan biasanya punya tujuan untuk stok ulang, usaha kecil, atau dijual lagi. Kalau kamu bisa membaca pola ini, kamu akan lebih mudah untuk:

  • mengenali pembeli yang berpotensi jadi reseller
  • mengatur promo yang pas, bukan asal diskon
  • dan menyusun stok supaya nggak keteteran saat order datang mendadak

Nah, kita mulai dari yang paling dasar dulu yaitu memahami produk grosir dan cara menemukannya di Shopee.

Apa itu Produk Grosir?

Di Shopee, Produk Grosir adalah barang yang harganya jadi lebih murah kalau dibeli dalam jumlah tertentu. Jadi bukan diskon random, tapi diskon yang aktif ketika kuantitas pembelian memenuhi tingkatan yang ditentukan penjual.

Biasanya, kamu bisa mengenali produk yang punya harga grosir dari tanda “Grosir” yang muncul di bawah gambar produk saat kamu melihat hasil pencarian. Ini semacam tanda bawah produk ini punya skema beli banyak, harga lebih murah.

Kalau kamu lagi mencari produk grosir lewat fitur pencarian, caranya juga gampang:

  1. Masuk ke pencarian produk
  2. Pilih Filter
  3. Lalu cari bagian Program Promosi dan aktifkan opsi Grosir
  4. Klik Terapkan

Dari situ, hasil pencarianmu akan lebih terfilter karena yang muncul adalah produk-produk yang memang menawarkan harga grosir.

Yang menarik, harga grosir itu bertingkat. Artinya, semakin banyak jumlah yang dibeli, biasanya semakin turun harga satuannya. 

Kamu bisa melihat tingkatan harga ini langsung di halaman produk melalui menu Harga Grosir, lalu cek bagian Kuantitas dan Harga Satuan. Dan saat pembeli menambah jumlah barang ke keranjang sesuai tier-nya, harga grosir akan berlaku otomatis. 

Baca Artikel Lainnya  Berapa Harga Gift Topi Kumis TikTok? Ini Penjelasannya

Ini penting karena dari sisi pengalaman belanja, pembeli grosir suka hal yang jelas dan otomatis. Mereka nggak mau ribet chat dulu baru dapat harga.

Kalau produk sedang ikut promo lain, label grosir dan harga grosir bisa mengilang sementara sampai promo itu selesai. Jadi, jangan kaget kalau biasanya ada grosir, lalu tiba-tiba tidak terlihat. 

Dalam kondisi ini, pembeli bisa menghubungi penjual kalau tetap mau beli grosir. Dan kalau ada pembeli yang ingin beli banyak tapi produk kamu belum ada grosirnya, sebenarnya mereka juga bisa nego via Chat Shopee.

Oke, sampai sini kamu sudah paham produk grosir itu apa dan cara melihatnya. Sekarang belajar bagaiman cara membaca polanya dari data?

Analisis Data Pola Pembelian Grosir di Shopee dengan Pesanan Saya

Kalau kamu mau melihat pola pembelian grosir secara nyata, salah satu sumber data paling jujur adalah data Pesanan Saya di Seller Centre. Karena di situlah kelihatan siapa pembeli yang benar-benar checkout, kapan, dan berapa besar transaksi mereka.

Caranya adalah:

  1. Masuk ke Seller Centre
  2. Pilih menu Pesanan Saya
  3. Tentukan periode waktu (misalnya 30 hari terakhir biar kebaca pola bulanan)
  4. Masuk ke tab Selesai (completed orders)
  5. Klik Export untuk unduh data.

Dari file ini, kamu bisa mengolahnya di Excel supaya pola grosirnya kebaca, bukan cuma jadi tumpukan angka dengan cara berikut:

Bedah daerah asal pembeli 

Mulai dari yang gampang, lihat kolom Provinsi. Dari sana, kamu bisa paham mayoritas pembeli kamu datang dari mana.

Hubungannya dengan grosir, pembeli grosir sering sensitif ongkir karena barangnya banyak dan berat. Kalau ternyata pembeli grosirmu banyak dari luar provinsi, kamu bisa pertimbangkan strategi seperti:

  • memaksimalkan program promo ongkir yang relevan
  • mengatur kemasan yang lebih ringkas supaya volumetrik lebih aman
  • atau menyiapkan opsi bundling yang ringan tapi bernilai

Intinya, lokasi pembeli membantu kamu membaca produk grosir ini dominan lokal atau lintas daerah.

Cari pembeli dengan intensitas tertinggi

Di data Pesanan Saya, kamu bisa pakai kolom seperti:

  • Username (Pembeli)
  • Total Pembayaran
  • Waktu Pembayaran Selesai

Tujuannya untuk menemukan siapa pembeli yang:

  • ordernya sering (frekuensi tinggi),
  • nilai transaksinya besar,
  • atau beli produk yang sama berulang (restock behavior).
Baca Artikel Lainnya  Cara Membuat Produk Digital dengan AI, Gampang dan Cuan untuk Pemula!

Kalau kamu pakai Pivot Table di Excel, kamu bisa membuat ringkasan seperti:

  • Rows: Username
  • Values: Sum Total Pembayaran, Count Order ID, (kalau ada) Sum Kuantitas
  • Sort: dari terbesar ke kecil

Dari situ, pola grosir biasanya kelihatan jelas dengan beberapa poin berikut

  • ada pembeli yang order 1–2 kali tapi besar (grosir event tertentu),
  • ada pembeli yang order sering dengan nilai stabil (reseller/warung/penjual ulang),
  • ada pembeli yang order sering tapi kecil (bukan grosir—lebih ke pembeli loyal retail).

Setelah kamu paham siapa pembeli ini, strategi yang bisa kamu pakai biasanya lebih personal, yaitu:

  • memberikan voucher khusus yang kamu kirim via chat, bukan dipajang publik
  • tawarkan skema grosir yang lebih jelas 
  • atau tawarkan “paket hemat untuk restock” supaya mereka betah belanja di toko kamu

Lihat waktu pembelian

Kolom Waktu Pesanan Dibuat juga berguna banget untuk membaca pola mayoritas order terjadi di jam berapa.

Hubungannya dengan pola pembelian grosir adalah:

  • pembeli grosir (reseller) sering belanja di jam-jam tertentu saat mereka rekap kebutuhan,
  • atau saat promo berjalan (flash sale / payday / campaign).

Kalau kamu paham jam ramai transaksi, kamu bisa pasang iklan di waktu tersebut, menyiapkan admin untuk respons chat cepat, dan atur jadwal packing supaya order grosir nggak ngendap terlalu lama.

Karena pembeli grosir biasanya paling sensitif soal kecepatan proses, mereka butuh barang cepat untuk diputar lagi.

Cara membaca pola grosir paling mudah dari data

Biar tidak kebanyakan metrik, coba mulai dari 3 indikator ini:

  • Kuantitas per order: order yang isinya banyak biasanya indikasi grosir.
  • Repeat order: pembeli yang beli produk yang sama berulang = pola restock.
  • Nilai transaksi: pembelian grosir sering terlihat dari total pembayaran yang lebih tinggi dari rata-rata toko.

Kalau kamu sudah bisa mengidentifikasi pembeli grosir dari data, langkah berikutnya jadi lebih strategis.  Kamu bisa membuat bundling supaya pembeli tidak perlu klik banyak dan pastikan stok aman di produk yang paling sering dibeli grosir.

Kesimpulan

Cara melihat pola pembelian grosir di Shopee itu paling enak dilakukan dua tahap. Pertama, pahami dulu produk grosir dan cara menemukannya lewat label “Grosir” serta filter Grosir di pencarian. 

Kedua, baca polanya lewat data Pesanan Saya di Seller Centre dengan export data lalu olah di Excel untuk melihat asal pembeli, pembeli yang paling sering belanja, serta jam transaksi yang paling ramai. 

Kalau kamu sudah memegang polanya, kamu bisa menyusun strategi yang lebih tajam. Mulai dari voucher khusus reseller, perbaikan tier grosir, sampai pengaturan stok dan jadwal packing yang lebih siap menghadapi order besar!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Special offer

Dapatkan Tool Riset Produk Laris untuk Lejitkan Bisnis

Lihat cara kami riset produk untuk tingkatkan penjualan toko online. 👇
DOWNLOAD NOW
close-link