Contoh Laporan Penjualan Contoh Laporan Penjualan

Contoh Laporan Penjualan: Format, Fungsi, dan Template Siap Pakai

Laporan penjualan adalah dokumen fundamental bagi UMKM, toko online, dan bisnis retail untuk memantau pemasukan harian serta menganalisis produk terlaris. Tanpa pencatatan yang rapi, pemilik usaha sulit menentukan tingkat keuntungan yang sebenarnya dan cenderung menjalankan bisnis tanpa arah yang jelas.

Format laporan yang tepat membantu pengambilan keputusan strategis seperti penentuan stok barang, pengaturan jadwal promosi, dan pemilihan metode pembayaran yang paling efektif. Data ini memungkinkan pemilik usaha memahami pola perilaku konsumen, termasuk jam operasional tersibuk dan channel penjualan yang paling menghasilkan.

Artikel ini menyediakan berbagai contoh praktis dalam format Excel dan Google Sheets, mulai dari laporan harian, rekapitulasi mingguan, hingga analisis bulanan per produk. Struktur ini dirancang agar mudah diikuti oleh pelaku usaha pemula maupun yang sudah berjalan untuk merapikan administrasi keuangan mereka.

Pencatatan penjualan yang konsisten merupakan tahap awal sebelum menyusun laporan keuangan yang lebih kompleks, seperti laporan laba rugi dan perhitungan omzet total. Dengan mengumpulkan data angka yang akurat, pemilik bisnis dapat membaca arah perkembangan usaha secara objektif.

  • laporan keuangan
  • laporan laba rugi
  • cara menghitung omzet

Apa Itu Laporan Penjualan?

Laporan penjualan adalah dokumen atau catatan yang berisi data transaksi penjualan dalam periode tertentu. Isinya bisa sangat sederhana, misalnya hanya tanggal, nama produk, jumlah barang terjual, dan total pendapatan. 

Tapi, bisa juga lebih lengkap dengan metode pembayaran, nama kasir, channel penjualan, sampai data pelanggan. Intinya, laporan ini dipakai untuk melihat berapa banyak penjualan yang terjadi dan bagaimana performanya dalam satu hari, minggu, atau bulan.

Kalau dilihat dari penggunaannya, laporan penjualan cocok untuk hampir semua jenis usaha. UMKM memakainya untuk memantau omzet dan stok. 

Online shop memakainya untuk melihat produk paling laku dari marketplace atau media sosial. Kafe dan restoran memakainya untuk mengecek menu terlaris, jam ramai, dan total transaksi harian. 

Jadi, contoh laporan penjualan tidak selalu harus rumit. Yang penting, formatnya sesuai dengan kebutuhan usaha kamu.

Jenis laporan penjualan juga cukup beragam. Ada laporan penjualan harian, mingguan, bulanan, per produk, per pelanggan, sampai per sales. 

Masing-masing punya fungsi yang berbeda. Laporan harian cocok untuk operasional, laporan mingguan dan bulanan cocok untuk evaluasi, sementara laporan per produk atau per sales cocok untuk analisis performa yang lebih detail.

Format Dasar Laporan Penjualan

Sebelum melihat contoh laporan penjualan harian dan bentuk lain yang lebih spesifik, kamu perlu paham dulu elemen dasar yang biasanya ada di dalam laporan. 

Format dasar ini penting supaya pencatatan tidak bolong dan data yang terkumpul tetap mudah dianalisis. Elemen yang paling umum dalam laporan penjualan adalah tanggal transaksi. 

Bagian ini wajib ada karena seluruh analisis penjualan akan bergantung pada waktu terjadinya transaksi. Setelah itu, ada nama produk atau layanan, jumlah atau qty yang terjual, harga satuan, dan total penjualan. 

Ini adalah inti dari setiap format laporan penjualan karena dari sinilah omzet dihitung. Selain itu, kamu juga bisa menambahkan nama kasir atau sales, metode pembayaran, dan channel penjualan. 

Misalnya, transaksi datang dari toko offline, Shopee, TikTok Shop, WhatsApp, atau GoFood. Data seperti ini akan sangat membantu saat kamu ingin membandingkan performa antar-channel. 

Kalau usahamu sudah mulai ramai, tambahkan juga nomor invoice, diskon, ongkir, dan catatan pelanggan agar laporan lebih lengkap. Berikut elemen wajib yang biasanya dipakai dalam laporan penjualan:

  • Tanggal
  • Nama produk
  • Qty/jumlah terjual
  • Harga satuan
  • Total penjualan
  • Nama kasir atau sales
  • Metode pembayaran
  • Channel penjualan
  • Diskon
  • Catatan transaksi

Kalau semua elemen ini dicatat dengan konsisten, kamu akan jauh lebih mudah saat membuat rekap mingguan atau bulanan. Laporan juga jadi lebih rapi dan minim salah baca.

Contoh Laporan Penjualan Harian

Contoh Laporan Penjualan Harian

Bagian ini adalah yang paling sering dicari. Laporan penjualan harian penting karena jadi fondasi utama dari semua rekap penjualan. 

Dari laporan harian, kamu bisa menyusun laporan mingguan, bulanan, dan analisis lainnya. Makanya, pencatatan harian sebaiknya dibuat sedetail mungkin, bukan cuma total uang masuk.

Dalam laporan penjualan harian yang baik, kamu idealnya mencatat jam transaksi, nama produk, jumlah terjual, harga, diskon jika ada, metode pembayaran, dan channel penjualan. Detail seperti ini membantu kamu membaca pola penjualan. 

Misalnya, jam 12.00–14.00 ternyata paling ramai, atau pembayaran QRIS lebih dominan daripada tunai. Untuk bisnis yang punya lebih dari satu karyawan, tambahan kolom kasir atau sales juga penting agar tiap transaksi bisa dilacak dengan jelas.

Contoh laporan penjualan harian toko retail

Kalau kamu punya toko retail seperti toko sembako, minimarket kecil, atau toko perlengkapan rumah tangga, laporan harian biasanya fokus pada jumlah barang terjual dan total pemasukan per transaksi. Formatnya tidak perlu terlalu rumit, tapi tetap harus cukup lengkap untuk membantu cek stok dan penjualan paling laku. 

Baca Artikel Lainnya  8 Cara Menghilangkan Watermark Filmora dengan Mudah

Dengan laporan seperti ini, kamu bisa cepat paham apakah ada produk yang harus restock atau justru perlu dikurangi karena kurang laku.

Tabel contoh laporan penjualan harian toko retail

Tabel Laporan Penjualan
Tanggal Produk Qty Harga Satuan Total Metode Bayar Kasir Channel
10/03/2026 Minyak Goreng 1L 8 Rp18.000 Rp144.000 Tunai Rina Toko
10/03/2026 Beras 5 Kg 4 Rp72.000 Rp288.000 QRIS Rina Toko
10/03/2026 Gula 1 Kg 10 Rp16.000 Rp160.000 Tunai Doni Toko
10/03/2026 Mi Instan 25 Rp3.500 Rp87.500 QRIS Doni Toko
  • Kolom tanggal menunjukkan kapan transaksi dicatat.
  • Produk berisi nama barang yang terjual. 
  • Qty menunjukkan jumlah unit yang keluar. 
  • Harga satuan dan total dipakai untuk menghitung omzet. 
  • Sementara metode bayar, kasir, dan channel membantu membaca operasional toko secara lebih detail.

Contoh laporan penjualan harian cafe/restoran

Untuk kafe atau restoran, laporan penjualan harian biasanya lebih fokus pada menu, jumlah pesanan, dan channel transaksi. Ini penting karena bisnis F&B sering punya beberapa sumber penjualan sekaligus, seperti dine-in, take away, GoFood, dan GrabFood. 

Dengan laporan ini, kamu bisa melihat menu favorit, jam ramai, dan channel yang paling menghasilkan.

Tabel contoh laporan penjualan harian cafe/restoran

Tanggal Menu Qty Harga Total Metode Bayar Channel Kasir
10/03/2026 Es Kopi Susu 32 Rp22.000 Rp704.000 QRIS Dine-in Nisa
10/03/2026 Nasi Goreng Ayam 18 Rp28.000 Rp504.000 Tunai Take Away Nisa
10/03/2026 Matcha Latte 12 Rp25.000 Rp300.000 QRIS GoFood Ardi
10/03/2026 Croissant 15 Rp18.000 Rp270.000 Kartu Dine-in Ardi
  • Kolom menu dipakai untuk melihat produk terlaris.
  • Qty menunjukkan seberapa cepat menu bergerak.
  • Channel penting untuk membandingkan hasil dine-in dengan platform pesan antar.

Kalau kamu rutin mencatat seperti ini, evaluasi promo dan stok bahan baku jadi jauh lebih mudah.

Contoh laporan penjualan harian online shop

Kalau kamu menjalankan online shop, laporan harian biasanya perlu mencatat order dari berbagai channel. Misalnya, Shopee, TikTok Shop, website, dan WhatsApp. 

Laporan seperti ini membantu melihat channel mana yang paling aktif dan produk mana yang paling cepat terjual. Ini juga sangat berguna kalau kamu sedang mengatur iklan atau promo.

Tabel contoh laporan penjualan harian online shop

TanggalProdukQtyHargaTotalChannelMetode BayarAdmin
10/03/2026Tumbler 600 ml14Rp45.000Rp630.000ShopeeShopeePaySari
10/03/2026Lunch Box7Rp55.000Rp385.000TikTok ShopTransferSari
10/03/2026Botol Minum Anak5Rp60.000Rp300.000WhatsAppTransferBima
10/03/2026Rak Serbaguna Mini3Rp85.000Rp255.000ShopeeCODBima
  • Kolom admin membantu melacak siapa yang menangani pesanan.
  • Channel menunjukkan sumber penjualan.
  • Metode bayar bisa berguna saat kamu ingin mencocokkan mutasi rekening atau saldo marketplace

Contoh Laporan Penjualan Per Produk

Contoh Laporan Penjualan Per Produk

Kalau tujuan kamu bukan cuma mencatat omzet, tapi juga menganalisis performa barang, maka contoh laporan penjualan per produk sangat penting. Laporan ini dipakai untuk melihat produk mana yang paling laris, produk mana yang marginnya paling bagus, dan mana yang justru lambat bergerak. 

Dari sini, kamu bisa memutuskan produk mana yang perlu dipromosikan, dihentikan, atau ditambah stoknya. Misalnya, kamu punya toko online yang menjual tiga produk utama. 

Dalam satu minggu, Tumbler terjual 40 unit dengan margin Rp12.000 per unit, Lunch Box terjual 25 unit dengan margin Rp15.000, dan Rak Mini terjual 10 unit dengan margin Rp25.000. 

Dari data ini, kamu bisa melihat bahwa produk paling laku belum tentu memberi margin paling besar. Jadi, analisis produk tidak bisa berhenti di jumlah terjual saja.

Tabel contoh laporan penjualan per produk

ProdukQty TerjualHarga JualModalMargin/UnitTotal MarginStok Akhir
Tumbler 600 ml40Rp45.000Rp33.000Rp12.000Rp480.00018
Lunch Box25Rp55.000Rp40.000Rp15.000Rp375.0009
Rak Serbaguna Mini10Rp85.000Rp60.000Rp25.000Rp250.0004

Dari tabel seperti ini, kamu bisa lebih mudah membaca mana produk yang perputarannya cepat, mana yang menguntungkan, dan mana yang perlu segera restock. Ini sangat berguna untuk UMKM yang masih harus selektif dalam mengatur modal barang.

Contoh Laporan Hasil Penjualan Bulanan/Mingguan

Setelah laporan harian terkumpul, langkah berikutnya adalah membuat rekap mingguan atau bulanan. Contoh laporan hasil penjualan bulanan membantu kamu melihat tren yang tidak terlihat dari data harian. 

Misalnya, minggu pertama ternyata sepi, tapi minggu ketiga melonjak karena ada promo. Atau bulan ini omzet naik, tapi jumlah transaksinya justru turun karena harga rata-rata per pesanan naik.

Untuk usaha kecil, laporan mingguan cocok dipakai untuk evaluasi cepat. Sementara laporan bulanan lebih cocok untuk melihat performa bisnis secara lebih luas, termasuk target omzet, efektivitas promo, dan pertumbuhan penjualan. 

Kalau kamu ingin lebih visual, kamu juga bisa menambahkan grafik sederhana dari data yang sudah direkap.

Tabel contoh laporan hasil penjualan mingguan

MingguJumlah TransaksiOmzetRata-rata TransaksiChannel Terbaik
Minggu 185Rp6.750.000Rp79.412Shopee
Minggu 292Rp7.480.000Rp81.304Shopee
Minggu 3110Rp8.920.000Rp81.091TikTok Shop
Minggu 497Rp7.950.000Rp81.959Shopee

Tabel contoh laporan hasil penjualan bulanan

BulanOmzetJumlah OrderProduk TerlarisMetode Bayar Terbanyak
JanuariRp24.500.000310Tumbler 600 mlTransfer
FebruariRp27.800.000346Lunch BoxShopeePay
MaretRp29.300.000372Tumbler 600 mlQRIS

Kalau kamu ingin membuat grafik, cukup ambil kolom omzet per minggu atau per bulan lalu buat grafik batang atau garis di Excel atau Google Sheets. Grafik seperti ini membantu menangkap tren dengan lebih cepat dibanding hanya membaca angka satu per satu.

Baca Artikel Lainnya  Perbedaan Perplexity AI dan Meta AI: Mana yang Lebih Cocok untuk Kebutuhanmu?

Contoh Laporan Penjualan Per Pelanggan / Sales

Selain per produk dan per periode, ada juga contoh laporan penjualan per pelanggan atau per sales. Laporan ini berguna kalau bisnis kamu punya pelanggan tetap, tim sales, atau model distribusi B2B. 

Tujuannya supaya kamu bisa tahu pelanggan mana yang paling sering belanja, siapa sales dengan performa terbaik, dan area mana yang paling potensial.

Untuk bisnis retail biasa, laporan per pelanggan bisa membantu membaca pelanggan loyal. Sementara untuk usaha dengan tim penjualan, laporan per sales penting untuk evaluasi target. 

Misalnya, Sales A menghasilkan omzet Rp12 juta dalam sebulan, sedangkan Sales B Rp8 juta. Dari situ, kamu bisa melihat perbedaan performa dan mencari penyebabnya.

Tabel contoh laporan penjualan per pelanggan / sales

Nama Pelanggan/SalesJumlah TransaksiTotal PenjualanProduk DominanCatatan
Toko Maju Jaya6Rp4.500.000Minyak GorengPelanggan grosir rutin
Toko Berkah4Rp3.200.000BerasOrder naik menjelang akhir bulan
Sales Riko38Rp12.400.000Produk rumah tanggaTarget tercapai 110%
Sales Wulan29Rp8.750.000Produk kebutuhan harianFokus area baru

Laporan ini membantu melihat hubungan antara pelanggan, produk, dan nilai transaksi. Jadi, strategi penjualan tidak lagi berdasarkan tebakan.

Template Laporan Penjualan dalam Excel & Google Sheets

Kalau kamu ingin mulai dari nol, template laporan penjualan dalam Excel dan Google Sheets adalah pilihan paling praktis. Dua tools ini cukup fleksibel untuk usaha kecil sampai menengah. 

Excel cocok untuk pengelolaan file offline yang lebih kompleks, sedangkan Google Sheets cocok kalau kamu ingin akses bersama tim secara real-time.

  • Untuk membuat format laporan penjualan harian di Excel, kamu bisa mulai dari kolom sederhana seperti tanggal, nama produk, qty, harga satuan, total, metode bayar, dan channel. 
  • Setelah itu, tambahkan rumus dasar supaya perhitungan otomatis. Misalnya, kolom total bisa memakai rumus =C2*D2 jika qty ada di C2 dan harga satuan di D2. 
  • Untuk menjumlahkan omzet harian, pakai =SUM(E2:E100). 
  • Kalau ingin menjumlahkan berdasarkan kategori atau channel tertentu, kamu bisa pakai SUMIF atau SUMIFS.

Di Google Sheets, cara kerjanya hampir sama. Kelebihannya, file lebih mudah dibagikan ke admin, kasir, atau partner bisnis. 

Tanggal No. Invoice Produk Qty Harga Jual Total Status
01 Mar 2026 #INV001 Kemeja Flanel Blue 2 Rp 150.000 Rp 300.000 Lunas
01 Mar 2026 #INV002 Sepatu Sneakers Putih 1 Rp 450.000 Rp 450.000 Lunas
02 Mar 2026 #INV003 Kaos Polos Hitam 5 Rp 75.000 Rp 375.000 Pending
GRAND TOTAL Rp 1.125.000

Jadi, pencatatan bisa dilakukan bersama tanpa harus kirim file bolak-balik. Kalau kamu ingin laporan yang lebih rapi, buat sheet terpisah untuk transaksi harian, rekap mingguan, dan dashboard bulanan.

Cara Membaca dan Menganalisis Laporan Penjualan

Identifikasi Produk Terlaris

Langkah pertama, identifikasi produk terlaris. Lihat produk mana yang paling sering terjual, bukan hanya yang total nominalnya tinggi. 

Produk dengan qty tinggi biasanya punya peran penting dalam menarik traffic atau menjaga arus kas. 

Cek Margin produk

Langkah kedua, cek margin produk. Kadang produk yang paling laris justru marginnya tipis, jadi kamu perlu menyeimbangkan antara volume dan keuntungan.

Waktu

Langkah ketiga, lihat jam atau hari paling ramai. Ini sangat berguna untuk bisnis retail, F&B, maupun online shop. Dari sini, kamu bisa menentukan waktu promo, jadwal live, atau penambahan staf. 

Loyalitas Pelanggan

Langkah keempat, cek pelanggan loyal atau channel terbaik. Misalnya, ternyata TikTok Shop memberi trafik tinggi tapi Shopee memberi transaksi lebih stabil. Data seperti ini bisa jadi dasar pengaturan fokus promosi.

Analisis Produk

Kalau kamu mulai butuh analisis yang lebih dalam, terutama untuk riset tren produk dan perbandingan kompetitor di marketplace, tools seperti Tokpee bisa dipakai sebagai pendukung analisis data penjualan. 

Posisi tool seperti ini lebih pas sebagai solusi tambahan untuk membaca pasar, bukan menggantikan pencatatan internal bisnis kamu.

Tips Membuat Laporan Penjualan yang Rapi dan Minim Error

  1. Supaya laporan penjualan tidak berantakan, hal paling penting adalah konsistensi format. Jangan hari ini pakai format A, besok format B, lalu minggu depan ada kolom yang hilang. 
  2. Buat satu format yang jelas sejak awal, lalu gunakan terus secara konsisten. Dengan begitu, data lebih mudah direkap dan dianalisis.
  3. Gunakan nama produk yang seragam. Misalnya, jangan hari ini menulis “Es Kopi Susu”, besok “Kopi Susu Es”, lalu lusa “EKS”. Hal seperti ini terlihat sepele, tapi bisa bikin rekap jadi kacau. 
  4. Selain itu, biasakan mencatat transaksi di hari yang sama, jangan ditunda sampai menumpuk. Semakin lama ditunda, semakin besar risiko salah catat.
  5. Kalau memungkinkan, gunakan validasi data di Excel atau Google Sheets untuk kolom tertentu seperti metode bayar, channel, atau nama kasir. Ini membantu mengurangi typo. 
  6. Terakhir, lakukan pengecekan singkat setiap akhir hari. Cocokkan total transaksi dengan uang kas, mutasi rekening, atau dashboard marketplace supaya angkanya tetap sinkron.

Kesimpulan

Contoh laporan penjualan sebenarnya tidak harus rumit. Yang penting, formatnya sesuai kebutuhan bisnis dan dicatat dengan konsisten. 

Dari laporan penjualan harian, kamu bisa menyusun rekap mingguan, bulanan, laporan per produk, sampai analisis per pelanggan atau per sales. Semua itu membantu memahami bisnis dengan lebih jelas, bukan sekadar merasa “ramai” tanpa tahu angkanya.

Kalau kamu punya UMKM, toko online, atau usaha F&B, laporan penjualan adalah alat dasar yang wajib ada. Dengan pencatatan yang rapi, kamu bisa melihat produk terlaris, channel terbaik, pola pembelian pelanggan, dan peluang peningkatan omzet. 

Laporan ini bukan sekadar administrasi, tapi fondasi untuk ambil keputusan yang lebih cerdas.

Punya data penjualan itu penting, tapi hasilnya akan lebih bagus kalau kamu juga paham pasar di luar tokomu. Kadang produk yang penjualannya stagnan bukan karena jelek, tapi karena tren pasar sudah berubah atau kompetitor bergerak lebih cepat. 

Di titik ini, riset tambahan bisa sangat membantu. Dengan Tokpee, kamu bisa melihat riset pencarian dan kategori untuk menemukan produk yang sedang banyak dicari. 

Kamu juga bisa melakukan riset toko kompetitor untuk mengintip pola penjualan toko lain dan melihat produk andalan mereka. Selain itu, ada juga riset detail produk yang membantu kamu memahami varian mana yang paling banyak diminati pembeli. 
Insight seperti ini cocok dipakai untuk melengkapi analisis data penjualan yang sudah kamu punya. Kalau kamu ingin keputusan jualan lebih yakin dan tidak cuma mengandalkan feeling, coba langganan Tokpee dulu deh biar berasa mudahnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Special offer

Dapatkan Tool Riset Produk Laris untuk Lejitkan Bisnis

Lihat cara kami riset produk untuk tingkatkan penjualan toko online. 👇
DOWNLOAD NOW
close-link