Cara Analisis Omzet Toko Shopee Cara Analisis Omzet Toko Shopee

5 Cara Analisis Omzet Toko Shopee Paling Lengkap untuk Seller!

Banyak seller Shopee paham bahwa omzet bulan ini naik atau turun, tetapi tidak benar-benar tahu penyebabnya. Ini masalah yang sering terjadi pada toko online: fokus hanya pada angka penjualan total tanpa memahami faktor di baliknya. Padahal, memahami cara analisis omzet toko Shopee jauh lebih penting daripada sekadar melihat angka total penjualan di dashboard.

Bayangkan jika omzet naik karena satu produk saja, tetapi produk lain sebenarnya stagnan atau bahkan turun. Atau sebaliknya, omzet turun karena stok produk terlaris habis. Tanpa analisis yang tepat, kamu akan sulit menentukan strategi yang benar untuk mempertahankan atau meningkatkan performa toko.

Di artikel ini, kita akan membahas cara analisis omzet toko Shopee secara lengkap, mulai dari membaca data di Seller Center, mengidentifikasi produk penyumbang omzet terbesar, menganalisis tren penjualan, mengevaluasi sumber traffic, hingga membandingkan performa toko dengan kompetitor. Dengan memahami data ini, kamu bisa mengambil keputusan bisnis yang lebih akurat.

Apa yang Dimaksud Analisis Omzet Toko Shopee?

Analisis Omzet Toko Shopee

Sebelum masuk ke langkah teknis, penting memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan analisis omzet toko Shopee. Banyak seller hanya melihat angka penjualan total tanpa memahami komponen di dalamnya.

Dalam konteks marketplace, omzet biasanya terbagi menjadi dua jenis utama.

Omzet kotor

Ini adalah total nilai penjualan sebelum dikurangi biaya lain seperti diskon, cashback, biaya platform, atau retur.

Omzet bersih

Ini adalah nilai penjualan setelah dikurangi diskon, voucher, cashback, biaya layanan marketplace, dan potensi retur.

Perbedaan ini penting karena angka yang terlihat di dashboard terkadang tidak sama dengan uang yang benar-benar masuk ke rekening penjual. Selain itu, beberapa fitur promosi seperti voucher atau gratis ongkir juga dapat memengaruhi nilai transaksi yang tercatat.

Karena itu, analisis omzet bukan hanya melihat total angka penjualan, tetapi juga memahami:

  • produk mana yang menyumbang omzet terbesar
  • kapan penjualan meningkat atau menurun
  • dari mana traffic pembeli berasal
  • dan bagaimana performa produk dibanding kompetitor
Baca Artikel Lainnya  70+ Nama Toko Aesthetic yang Unik, Lucu, dan Kekinian Buat Bisnismu Makin Cuan!

Langkah 1 — Akses Data Omzet di Seller Center Shopee

Akses Data Omzet di Seller Center Shopee

Langkah pertama dalam cara analisis omzet toko Shopee adalah mengakses data penjualan di Seller Center. Di sinilah semua data performa toko dapat dilihat secara lengkap.

Cara masuk menu Analisis Toko di Seller Center

Untuk melihat data omzet toko, kamu bisa mengikuti langkah berikut:

  1. Login ke akun Shopee Seller Center
  2. Klik menu Data / Analisis Toko
  3. Pilih bagian Performa Penjualan
  4. Buka laporan penjualan sesuai periode yang diinginkan

Di halaman ini biasanya tersedia berbagai grafik dan laporan yang membantu seller memahami performa toko.

Memahami 4 metrik utama di dashboard

Ada beberapa metrik utama yang wajib diperhatikan:

  • Total Penjualan

Jumlah nilai transaksi yang terjadi dalam periode tertentu.

  • Jumlah Pesanan

Total order yang masuk dalam periode tersebut.

  • Rata-rata Nilai Pesanan (AOV)

Nilai rata-rata pembelian setiap transaksi.

  • Tingkat Konversi

Persentase pengunjung yang akhirnya membeli produk.

Dengan memahami keempat metrik ini, kamu bisa mengetahui apakah peningkatan omzet berasal dari banyaknya pesanan atau dari nilai transaksi yang lebih besar.

Cara filter data per periode

Seller Center biasanya menyediakan filter periode seperti:

  • harian
  • mingguan
  • bulanan
  • custom range

Gunakan fitur ini untuk membandingkan performa toko dalam periode tertentu, misalnya saat promo besar atau saat kampanye marketplace berlangsung.

Langkah 2 — Analisis Produk Penyumbang Omzet Terbesar

Setelah melihat data penjualan, langkah berikutnya adalah mencari produk penyumbang omzet terbesar di toko kamu. Tidak semua produk memiliki kontribusi yang sama terhadap omzet. Biasanya berlaku prinsip Pareto 80/20, yaitu sekitar 20% produk menghasilkan 80% omzet toko.

Cara sortir produk berdasarkan omzet

Di Seller Center, kamu bisa melihat daftar produk dengan performa terbaik. Langkahnya:

  1. Buka menu Performa Produk
  2. Urutkan produk berdasarkan nilai penjualan
  3. Catat produk dengan omzet tertinggi

Produk-produk ini sering disebut sebagai produk champion. Lalu, bagaimana cara Identifikasi produk champion vs dead weight?

Produk champion adalah produk yang:

  • memiliki penjualan stabil
  • review tinggi
  • stok sering habis
  • menjadi sumber traffic utama

Sementara produk yang jarang terjual disebut dead weight karena hanya menambah katalog tanpa memberikan kontribusi besar terhadap omzet.

Contoh Analisis Produk

Nama ProdukHarga JualQty TerjualOmzet% KontribusiStatus
Serum Vitamin CRp80.000500Rp40.000.00045%Champion
Sunscreen SPF 50Rp70.000250Rp17.500.00020%Strong
Facial WashRp45.000150Rp6.750.0008%Medium
TonerRp60.00070Rp4.200.0005%Low
Masker WajahRp30.00040Rp1.200.0001%Dead Weight

Dari tabel ini terlihat jelas produk mana yang menjadi tulang punggung omzet toko.

Langkah 3 — Analisis Tren Omzet dari Waktu ke Waktu

Selain melihat produk penyumbang omzet terbesar, penting juga membaca tren penjualan dari waktu ke waktu.

Cara membaca grafik tren penjualan

Seller Center biasanya menampilkan grafik penjualan dalam bentuk kurva. Hal yang perlu diperhatikan:

  • apakah tren penjualan meningkat
  • apakah ada pola musiman
  • apakah ada lonjakan mendadak
Baca Artikel Lainnya  Cara Menjadi Affiliate yang Sukses Paling Mudah 

Misalnya, lonjakan penjualan bisa terjadi saat:

  • flash sale
  • promo tanggal kembar (11.11, 12.12)
  • kampanye marketplace besar

Cara mendeteksi anomali penjualan

Jika omzet tiba-tiba turun atau naik drastis, biasanya ada penyebab tertentu. Contoh:

  • kompetitor baru masuk pasar
  • stok produk utama habis
  • perubahan algoritma pencarian marketplace
  • kampanye promosi besar dari kompetitor

Bandingkan periode penjualan

Cara paling mudah membaca tren adalah membandingkan:

  • bulan ini vs bulan lalu
  • minggu ini vs minggu lalu
  • periode promo vs non-promo

Perbandingan ini membantu memahami pola bisnis secara lebih jelas.

Langkah 4 — Analisis Omzet Berdasarkan Sumber Traffic

Tidak semua omzet berasal dari sumber traffic yang sama. Di Shopee, penjualan biasanya berasal dari beberapa channel:

  • pencarian organik
  • iklan Shopee Ads
  • rekomendasi produk
  • halaman toko
  • kampanye marketplace

Omzet dari pencarian organik

Traffic organik biasanya berasal dari hasil pencarian pembeli di marketplace. Produk yang sering muncul di pencarian biasanya memiliki:

  • judul SEO yang baik
  • review tinggi
  • tingkat konversi bagus
  • Evaluasi ROI iklan

Jika kamu menggunakan Shopee Ads, penting untuk mengevaluasi apakah biaya iklan sebanding dengan omzet yang dihasilkan. Contohnya:

  • biaya iklan Rp2.000.000
  • omzet dari iklan Rp10.000.000

Berarti ROI masih cukup sehat.

Identifikasi channel paling efisien

Setelah dianalisis, kamu bisa menentukan channel mana yang paling efektif untuk meningkatkan omzet toko.

Langkah 5 — Bandingkan Omzet dengan Kompetitor

Analisis omzet tidak lengkap tanpa membandingkan performa toko dengan kompetitor.

Cara cek omzet toko kompetitor secara manual

Beberapa indikator yang bisa diamati:

  • jumlah review produk
  • jumlah produk terjual
  • frekuensi update produk baru

Dari sini kamu bisa memperkirakan performa toko kompetitor.

Tanda kompetitor sedang berkembang

Beberapa indikator toko kompetitor sedang naik:

  • review bertambah cepat
  • produk baru sering muncul
  • harga semakin kompetitif
  • banyak mengikuti promo marketplace

Untuk analisis kompetitor yang lebih akurat dan efisien, tools seperti Tokpee dapat memudahkanmu melihat estimasi omzet per produk kompetitor berdasarkan data penjualan aktual tanpa harus menghitung manual satu per satu.

Dengan Tokpee, seller bisa mengetahui:

  • produk kompetitor paling laris
  • estimasi omzet produk
  • tren kategori yang sedang naik

Kesalahan Umum Seller saat Analisis Omzet Shopee

Banyak seller sebenarnya sudah melihat data, tetapi melakukan analisis yang kurang tepat. Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:

  • Hanya fokus ke total omzet

Padahal penting mengetahui produk mana yang menyumbang omzet terbesar.

  • Tidak memperhitungkan retur dan diskon

Omzet kotor bisa terlihat besar, tetapi profit sebenarnya kecil.

  • Membandingkan periode tanpa konteks

Misalnya membandingkan bulan promo besar dengan bulan biasa.

  • Terlalu cepat mengganti strategi

Analisis membutuhkan data yang cukup sebelum mengambil keputusan.

  • Mengabaikan metrik konversi

Traffic tinggi tidak berarti penjualan tinggi jika konversi rendah.

FAQ Cara Analisis Omzet Toko Shopee

Q1: Berapa omzet rata-rata toko Shopee pemula?

Omzet toko Shopee sangat bervariasi tergantung kategori produk, strategi marketing, dan konsistensi promosi.

Q2: Apakah bisa melihat omzet toko Shopee orang lain?

Secara langsung tidak bisa. Namun estimasi omzet bisa dihitung dari data penjualan produk dan review.

Q3: Bagaimana cara meningkatkan omzet Shopee dengan cepat?

Beberapa cara efektif antara lain:

  • optimasi produk terlaris
  • ikut campaign marketplace
  • meningkatkan konversi produk

Q4: Apa bedanya omzet dan profit di Shopee?

Omzet adalah total penjualan, sedangkan profit adalah keuntungan setelah dikurangi semua biaya.

Q5: Seberapa sering analisis omzet dilakukan?

Idealnya dilakukan setiap minggu dan setiap bulan agar perubahan performa toko bisa segera terdeteksi.

Kesimpulan

Memahami cara analisis omzet toko Shopee adalah langkah penting bagi setiap seller yang ingin mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan. Dengan menganalisis data penjualan, seller dapat mengetahui produk penyumbang omzet terbesar, membaca tren penjualan, mengevaluasi sumber traffic, dan memahami posisi toko dibanding kompetitor.

Selain menggunakan data bawaan dari marketplace, analisis juga bisa diperkuat dengan tools tambahan agar keputusan bisnis lebih akurat. Tokpee punya tiga fitur utama berikut yang bisa kamu manfaatkan!

  • Riset Pencarian & Kategori

Temukan ide produk yang laris sesuai kata kunci dan kategori.

  • Riset Toko Kompetitor

Kepoin penjualan toko kompetitor sebelah, dan contek produk andalannya.

  • Riset Detail Produk

Cari tau varian produk yang paling banyak diminati.

Gunakan Tokpee untuk membantu memahami performa produk dan kompetitor sehingga strategi peningkatan omzet bisa dilakukan berbasis data!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Special offer

Dapatkan Tool Riset Produk Laris untuk Lejitkan Bisnis

Lihat cara kami riset produk untuk tingkatkan penjualan toko online. 👇
DOWNLOAD NOW
close-link