Bakar uang di Shopee Ads biasanya terjadi saat iklan menyedot budget lewat klik, tapi penjualan nggak ngikut. Dengan memahami konsep burn rate, memilih mode bidding yang tepat, dan menahan diri buat nggak asal nembak keyword, kamu bisa bikin iklan lebih hemat dan tetap untung. Di artikel Tokpee ini, kita bahas cara menghindari bakar uang di Shopee Ads paling praktis!
Apa Itu Bakar Uang di Shopee Ads?
Pernah dengar istilah bakar uang? Dalam konteks bisnis, ini identik dengan strategi mengeluarkan biaya promosi besar seperti diskon, cashback, dan subsidi demi menarik pengguna dan merebut pasar secepat mungkin.
Dalam skala startup, pendekatan ini sering dipakai untuk membangun awareness dan menurunkan hambatan orang buat mencoba produk.
Untuk seller Shopee, bakar uang sering terjadi dalam versi yang lebih kecil, tapi malah membuat budget iklan habis untuk klik. Padahal, orderan tetap bisa minim.
Secara konsep, bakar uang juga bisa diartikan sebagai burn rate. Seberapa cepat bisnis menghabiskan uang saat pengeluaran lebih besar daripada pemasukan.
Jadi, kalau Shopee Ads kamu membuat cashflow berantakan tiap hari tanpa hasil yang jelas, itu sudah masuk zona rawan.
Kenapa strategi bakar yang terlihat menggoda?
Secara psikologis, angka-angka permukaan di dashboard terasa menyenangkan. Kamu mungkin akan puas saat melihat impresi naik, klik naik, produk makin sering muncul.
Tapi masalahnya, klik itu bukan tujuan akhir. Klik cuma pintu pembuka, sedangkan tujuan kamu adalah checkout yang benar-benar profit.
Di sisi lain, Shopee Ads memang sistemnya berbasis biaya per klik (CPC). Kamu menetapkan bid atau batas biaya dan akan dikenakan biaya ketika iklan diklik.
Kalau bid/targeting terlalu longgar, iklan bisa bebas berkeliaran dan menyedot biaya ke orang yang sebenarnya tidak niat beli.
Tanda-tanda Bakar Uang di Shopee Ads
Biar gampang, ini pertanda yang paling sering terjadi:
- Klik tinggi, tapi conversion kecil banget. Customer banyak yang mampir, tapi sedikit yang bayar.
- Keyword melebar ke pencarian yang nggak relevan. Misalnya, kamu jual “serum original”, tapi tampil di keyword “serum sample.”
- Biaya iklan naik terus, tapi kamu nggak bisa jelasin uangnya dipakai buat apa karena nggak pernah audit data.
- Kamu jalanin iklan lama-lama karena “takut dimatiin”, padahal ROI tidak pernah dicek.
Kalau salah satu kejadian ini familiar dengan tokomu, ayo kita beresin pelan-pelan.
Cara Menghindari Bakar Uang di Shopee Ads

Kunci anti boncos itu bukan trik rahasia. Kamu perlu menentukan tujuan jelas, kontrol biaya, dan monitoring rutin yang akan kita bahas lebih di bawah ini!
Tentukan tujuan iklan dari awal
Sebelum pasang iklan, tentukan apa yang menjadi tujuan utamamu. Apakah meningkatkan penjualan produk tertentu? Atau mungkin boost kunjungan toko untuk produk baru? Atau kamu sedang mengejar ROAS tertentu?
Kalau kamu pakai fitur bidding otomatis di Shop Ads, Shopee mengaitkan pengelolaan keyword dan CPC dengan target ROAS (Return on Ad Spend). Arah campaign-nya akan lebih terukur.
Tanpa tujuan, kamu bakal gampang dijebak dengan pola seperti ini: lihat klik naik → senang → budget dinaikin → tahu-tahu uang habis.
Kunci budget dengan cara pikir “burn rate”
Burn rate menggambarkan seberapa cepat uang keluar saat pemasukan belum menutup pengeluaran. Di iklan, ibaratkan berapa rupiah yang sanggup kamu bakar untuk menghasilkan satu order.
Praktiknya begini:
- Hitung margin bersih per produk (harga jual – HPP – biaya lain).
- Tentukan porsi margin yang rela kamu alokasikan untuk iklan (misalnya 20–30%).
Dari data tersebut, kamu punya batas biaya iklan per order. Ini penting supaya kamu tidak beriklan dengan cek kosong. Dan kalau kamu belum pernah hitung dengan cara di atas, biasanya inilah sumber boncos paling umum.
Mulai dari target yang sempit
Salah satu penyebab iklan boros adalah target yang terlalu luas. Remarketing menekankan bahwa kalau kamu tidak mengatur target audience dan keyword secara spesifik, iklan bisa berjalan bebas dan mengonsumsi biaya lebih besar.
Di Shopee Ads, versi menyempitkan target bisa berupa:
- pilih keyword yang spesifik (long-tail),
- fokus ke produk dengan rating bagus dan sudah terbukti laku,
- hindari menyalakan terlalu banyak ad group sekaligus di awal.
Ibaratnya, jangan langsung menyalakan semua kompor kalau kamu belum tahu panci mana yang matang.
Pilih Match Type yang aman untuk pemula
Di Shopee My Ads, Match Type menentukan pencarian seperti apa yang memunculkan iklanmu dengan dua kategori berikut:
- Broad Match yang lebih luas dapat menampilkan iklan saat pembeli mencari frasa yang mengandung keyword kamu dan variasinya.
- Exact Match yang lebih ketat menampilkan iklan saat pembeli mencari keyword yang sama persis.
Kalau kamu ingin menghindari bakar uang, biasakan mulai dari Exact Match untuk keyword yang niat belinya tinggi. Broad Match boleh, tapi jadikan fase eksplorasi dan wajib dipantau ketat.
Monitoring harian
Remarketing mengingatkan bahwa iklan yang sudah berjalan jangan ditinggal. Lakukan monitor harian pada biaya yang terpakai dan lakukan penyesuaian berdasarkan data di dashboard.
Rutinitas 10 menit yang menyelamatkan:
- Cek keyword mana yang menghabiskan budget paling banyak.
- Pause keyword dengan klik tinggi tapi nol order.
- Turunkan bid pada keyword yang CTR bagus tapi biaya terlalu mahal.
- Alihkan budget ke keyword yang sudah terbukti menghasilkan.
Kalau kamu cuma sempat satu hal, jangan biarkan iklan jalan autopilot seminggu penuh tanpa dicek.
Pastikan kamu paham biaya sebenarnya
Ini underrated, tapi penting. Terkadang saat bekerja dengan pihak ketiga, kamu tidak tahu detail biaya yang benar-benar dikeluarkan. Kamu perlu minta akses atau laporan supaya transparan.
Walau kamu nggak pakai agency, prinsipnya sama, kamu harus paham pengeluaran iklan per hari/per kampanye/per produk, bukan cuma total bulan ini.
Bonus yang sering bikin ROAS naik
Iklan yang bagus itu bukan yang paling tinggi bid-nya, tapi yang landing page-nya siap jualan dengan spesifikasi berikut:
- foto jelas,
- judul mengandung keyword,
- deskripsi menjawab keraguan,
- variasi rapi,
- testimoni kuat.
Kalau halaman produk berantakan, iklan akan jadi mesin pembakar klik. Orang datang, lalu pergi.
Kesimpulan
Bakar uang di Shopee Ads terjadi saat biaya iklan terus keluar tapi tidak diimbangi penjualan. Secara konsep mirip burn rate yang tidak terkendali.
Cara menghindari bakar uang di Shopee Ads paling aman adalah menetapkan tujuan campaign, kunci batas biaya berdasarkan margin, mulai dari target dan keyword yang sempit, pilih match type yang lebih ketat seperti Exact Match, lalu lakukan monitoring harian dan audit biaya secara transparan.
Dengan pendekatan ini, iklanmu bukan cuma ramai, tapi benar-benar membantu toko tumbuh tanpa bikin dompet megap-megap.

Kamu juga bisa pakai tool riset Tokpee untuk membaca arah keyword dan kompetisi sebelum menaruh budget besar.
Pola pikirnya tetap sama, semakin cepat kamu menemukan keyword yang relevan dan niat beli tinggi, semakin kecil peluang bakar uang!
