Cek produk yang laris saat Shopee Live bisa kamu lakukan dengan mengamati sinyal performa di sesi live, fitur urutan produk, serta perilaku pencarian pembeli. Kalau kamu ingin riset yang lebih cepat dan rapi, Tokpee juga bisa bantu memantau strategi live kompetitor secara real-time. Kita akan membahas info menarik lainnya lagi di artikel Tokpee hari ini, jangan skip ya!
Bagaimana Cara Cek Produk yang Laris Saat Shopee Live?
Sejauh ini, aku belum menemukan cara cek produk yang laris saat Shopee Live langsung dari fitur Shopee Seller Centre. Tapi tenang saja, kamu tetap bisa mengintip performa produk kompetitor dengan cara yang lebih manual.
Cara ini cocok buat kamu yang sedang cari ide produk, menyusun strategi live, atau sekadar ingin memahami tren yang lagi jalan. Kuncinya adalah jangan cuma melihat ramai atau tidaknya live.
Coba perhatikan produk mana yang paling sering disorot host, mana yang paling sering di-klik penonton, dan mana yang paling cepat habis. Dari situ, kamu bisa menangkap pola.
Biasanya, produk yang laris itu memiliki kombinasi harga menarik, promo yang terasa sayang kalau dilewatkan, dan cara presentasi yang meyakinkan.
Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan.
Fitur Leaderboard Produk
Di beberapa sesi live, ada tampilan urutan produk atau semacam daftar produk unggulan yang sering ditampilkan host. Kalau satu produk terus muncul di urutan atas, sering di-highlight, atau jadi fokus demo berkali-kali, besar kemungkinan produk itu lagi dipromosikan penjual karena performanya bagus.
Supaya pengamatanmu lebih tajam, coba catat 3 hal sederhana:
- Nama produk & kategori,
- Harga sebelum-sesudah promo,
- Gaya penawaran host (misalnya: bundling, flash deal, bonus, atau potongan ongkir).
Dari catatan itu, kamu bisa menilai apakah produk tersebut laris karena memang kebutuhan pasar, atau laris karena strategi presentasi dan promo yang jalan terus.
Lihat Tanda Performa di Halaman Live
Saat kamu menonton Shopee Live, biasanya ada tanda-tanda kecil yang bisa dijadikan petunjuk. Misalnya, produk yang sering membuat penonton bertanya di kolom chat, produk yang memancing komentar, atau produk yang berulang kali disebut karena stok menipis.
Kalau kamu ingin lebih mudah merisetnya, coba pakai pola pikir ini:
- Banyak interaksi = produk menarik perhatian,
- Banyak pertanyaan yang sama = produk memantik minat beli,
- Host mengulang benefit = produk sedang didorong untuk closing,
- Ada urgensi (waktu terbatas/stok terbatas) = strategi percepatan penjualan.
Tidak semua penjual menampilkan angka penjualan secara gamblang, jadi kamu memang perlu membaca sinyal-sinyal ini. Tetapi, lama-lama kamu akan terbiasa membedakan live yang sekadar rame dengan live yang benar-benar menghasilkan.
Filter “Sort By” di Pencarian
Cara ini kelihatannya sederhana, tapi cukup berguna untuk memetakan produk yang berpotensi laris saat live. Kamu bisa mencari produk yang ingin kamu riset.
Misalnya, “skincare brightening” atau “celana kulot wanita,” lalu gunakan filter urutan seperti “terlaris” atau urutan yang menonjolkan performa terbaik.
Setelah itu, masuk ke beberapa toko yang produknya konsisten muncul di hasil atas. Perhatikan apakah mereka sering live, produk apa yang mereka pin di etalase, dan bagaimana mereka menyusun variasi produk (warna/ukuran/bundling).
Ini membantu kamu memahami paket lengkapnya, bukan hanya satu produk viral sesaat. Tips tambahan, coba fokus pada produk repeatable yang dibeli bukan cuma karena tren, tapi karena dibutuhkan dan bisa dibeli lagi. Misalnya, produk kebutuhan rumah tangga, perawatan diri, atau aksesori harian.
Kenapa Penting untuk Cek Produk yang Laris Saat Shopee Live?

Kalau kamu masih ragu, coba bayangkan ini. Kamu sudah siap live, sudah siapkan host, sudah keluar budget voucher, tapi produk yang dipromosikan ternyata tidak diminati. Maka dari itu, cek produk laris itu bukan sekadar kepo, ini bagian dari strategi.
Nggak Salah Pilih Produk
Cek produk yang laris saat Shopee Live menghindarimu dari buang-buang budget dan waktu. Live itu butuh energi seperti persiapan stok, materi promosi, penataan etalase, sampai skrip penawaran.
Kalau produk yang kamu pilih ternyata kurang membawa keuntungan, hasilnya bisa tidak sebanding dengan effort. Dengan riset produk laris, kamu bisa fokus ke produk yang memang punya potensi closing lebih tinggi.
Bahkan, kalau kamu belum punya produk itu, setidaknya kamu jadi paham kategori mana yang lagi kuat dan bagaimana pola penawarannya.
Shopee Live yang Menghasilkan
Melakukan riset produk yang laris saat Shopee Live untuk membuat kegiatan ini bukan cuma sekadar live saja, tapi juga menguntungkan. Banyak penjual live demi meramaikan, padahal rame tidak selalu berarti laku.
Ketika kamu tahu produk mana yang laris, kamu bisa menyusun alur live dengan pasang produk pemancing perhatian di awal, produk utama untuk closing, lalu produk pendukung untuk upsell.
Strategi sederhana yang sering berhasil:
- Pembuka: promo kecil untuk menarik penonton,
- Bagian tengah: demo produk laris (yang jadi bintang),
- Penutup: bundling/bonus untuk menghabiskan stok dan dorong pembelian impulsif.
Sesuai dengan Keinginan Pelanggan
Dengan riset, produk yang dipromosikan saat live Shopee sesuai dengan keinginan pelanggan. Live shopping itu punya rasa yang berbeda dibanding belanja biasa.
Pembeli ingin diyakinkan secara langsung. Kalau produk yang kamu pilih tepat, kamu hanya tinggal memperkuat alasan belinya dengan manfaat, bukti, dan promo yang masuk akal.
Saat produk sesuai kebutuhan, host juga lebih mudah bercerita. Dan saat host lebih natural, penonton biasanya lebih percaya. Ujung-ujungnya, closing terasa lebih mulus.
Cek Produk yang Laris Saat Shopee Live dengan Tokpee

Kalau kamu mau riset yang lebih rapi, Tokpee bisa bantu lewat fitur Riset Live Shopping untuk mengintip strategi live kompetitor dan affiliatenya. Tau nggak sih, Live shopping memang sedang diminati karena pembeli suka berinteraksi langsung, mendapat informasi lengkap, dan merasakan keterlibatan emosional dengan host saat menonton.
Nah, lewat Tokpee, kamu bisa mengetahui apakah seller sedang live dan berapa yang ikut mempromosikannya secara real-time. Dari sini, kamu bisa menilai seberapa besar promosi mereka, apakah live-nya didukung banyak affiliate atau hanya mengandalkan traffic organik.
Kamu juga bisa melihat harga serta promo yang mereka tawarkan saat live, jadi kamu tidak menebak-nebak bagaimana mereka bisa laku karena kamu bisa melihat pemicunya.
Yang paling berguna menurutku adalah cara Tokpee membantu kamu menyusun strategi berikut:
- Kalau kompetitor kuat di promo, kamu bisa kuat di bundling atau bonus.
- Kalau kompetitor kuat di affiliate, kamu bisa fokus di storytelling produk dan demo yang lebih meyakinkan.
- Kalau kompetitor kuat di harga, kamu bisa main di value: garansi, pelayanan, dan paket hemat yang terasa lebih “worth it”.
Intinya, Tokpee membantumu mengubah riset dari sekadar pengamatan jadi bahan strategi yang bisa dipraktikkan.
Kesimpulan
Cek produk yang laris saat Shopee Live itu penting supaya kamu tidak salah pilih produk, tidak buang waktu dan budget, serta bisa membuat live yang benar-benar menghasilkan.
Meskipun belum ada cara yang benar-benar sekali klik lewat Seller Centre, kamu tetap bisa memantau kompetitor melalui leaderboard/urutan produk, sinyal performa di live, dan filter pencarian.
Kalau ingin riset yang lebih cepat dan terstruktur, Tokpee bisa jadi alat bantu untuk melihat strategi live, dukungan affiliate, serta harga dan promo kompetitor secara real-time!
