Riset keyword kompetitor itu intinya mencari jejak kata kunci yang mereka incar lewat perilaku iklan dan pola pencarian, bukan sekadar menebak. Kamu bisa memanfaatkan fitur Shopee Ads seperti search volume, suggested bid, dan match type untuk menyusun daftar keyword yang realistis dan siap dipakai.
Di artikel Tokpee ini, kita bahas cara riset keyword Shopee Ads kompetitor plus trik biar iklanmu nggak jadi mesin bakar duit.
Cara Riset Keyword Shopee Ads Kompetitor

Ngomongin kompetitor di iklan Shopee itu agak unik. Karena Shopee nggak secara terang-terangan ngasih daftar keyword yang dipakai toko lain.
Jadi, cara risetnya bukan dengan minta data mentah kompetitor, tapi membaca sinyal. Kamu bisa cek dari hasil pencarian, penempatan iklan, rekomendasi keyword, sampai dari data performa iklan kita sendiri.
Bayangin kamu lagi jualan “serum niacinamide.” Kompetitor kamu sering banget muncul di halaman atas. Pertanyaannya, mereka muncul karena keyword apa? Bid berapa? Dan keyword mana yang ternyata cuma bikin klik doang tapi nggak jadi checkout?
Nah, kita pecah langkahnya biar kebayang dan bisa langsung kamu praktekkan.
Mulai observasi iklan sebagai pembeli
Buka Shopee menggunakan akun lain biar hasilnya nggak terlalu dipengaruhi riwayatmu, lalu lakukan pencarian dari keyword yang kamu asumsikan relevan:
- keyword utama (contoh: “serum niacinamide”)
- keyword turunan (contoh: “serum niacinamide acne”, “niacinamide glowing”, “serum bopeng”)
- keyword yang lebih spesifik (contoh: “niacinamide 10% 30ml”)
Lalu, catat 2 hal:
- toko/produk mana yang sering muncul di posisi sponsor (iklan)
- variasi kata kunci apa yang kamu pakai saat mereka muncul
Ini bukan bukti keyword kompetitor = X, tapi ini peta awal keyword mana yang kemungkinan besar sedang mereka pertahankan.
Cari ide keyword dari saran pencarian Shopee
Kalau kamu ngetik di kolom pencarian Shopee lalu muncul saran-saran otomatis, itu biasanya berasal dari pola pencarian yang sering dilakukan orang. Banyak praktisi menyebut pendekatan ini sebagai memanfaatkan related search/suggestion di Shopee untuk riset keyword.
Triknya:
- ketik keyword utama → lihat saran turunannya
- ulangi pakai kata sifat yang sering dicari: “murah”, “original”, “BPOM”, “anti kusam”, “untuk jerawat”, dll
- simpan jadi daftar “keyword kandidat”
Bagian ini penting karena kompetitor yang jago biasanya bukan cuma bid keyword besar, tapi juga menguasai keyword turunan yang lebih niat dan lebih murah.
Pahami bahasa Shopee Ads
Di Shopee Ads (Keyword Ads), ada konsep Match Type yang menentukan seberapa luas iklanmu bisa tampil. Di panduan My Ads, Shopee menjelaskan Broad Match bisa memunculkan iklan untuk variasi pencarian yang relevan, sedangkan Exact Match lebih ketat hanya untuk keyword yang sama persis.
Kenapa ini penting untuk riset kompetitor? Karena kompetitor yang kelihatannya muncul di mana-mana seringnya main di Broad Match atau setidaknya kombinasi Broad + Exact.
Jadi, saat kamu mengamati mereka muncul di beberapa variasi keyword, itu bisa sebagai efek dari strategi match type mereka. Bukan berarti mereka menulis semua keyword satu per satu.
Gunakan metrik Shopee Ads untuk menilai keyword
Kalau kamu sudah punya daftar keyword, jangan langsung tembak semuanya. Beberapa metrik penting saat memilih keyword, seperti Suggested Bid, Quality Score, dan Search Volume di pencarian 30 hari terakhir.
Cara pakainya:
- Search Volume tinggi → demand ada, tapi biasanya kompetitif
- Suggested Bid tinggi → persaingan ketat, bukan berarti jelek, tapi butuh strategi
- Quality Score → pastikan keyword nyambung sama judul, foto, kategori, dan deskripsi produkmu biar nggak boros di klik
Kalau kamu pemula, jangan keburu pengen menang di keyword paling rame. Pilih yang volumenya cukup, tapi relevansinya tinggi. Keyword seperti itu biasanya lebih sehat untuk ROI.
Manfaatkan Auto Selected Keywords buat cari jalur cepat
Auto Selected keywords adalah sistem yang akan membantu mengelola bidding atau optimasi keyword dan mencocokkan iklan dengan keyword yang dipakai pembeli untuk mencari produk seperti tokomu.
Ini bisa kamu jadikan kompas untuk menjalankan iklan dengan auto atau rekomendasi ide keyword. Setelah itu, pindah ke manual untuk keyword yang memang terbukti menghasilkan
Di sini, kamu mulai bisa membandingkan keyword mana yang membuat bisnismu setara dengan kompetitor, dan mana yang ternyata jalurnya berbeda tapi lebih menguntungkan.
Cari Search Query Level Data dari iklanmu
Nah, ini bagian yang sering membuat pebisnis kaget. Terkadang, keyword yang kamu bid bukan kata yang diketik pembeli. Saat kamu mengunduh data performa keyword per produk, kamu bisa melihat data sampai level search query kalau kamu memakai Broad Match.
Artinya, kamu bisa melihat variasi pencarian real yang memicu iklanmu tampil. Dari sini, kamu bisa menemukan keyword turunan yang mungkin juga sedang dimainkan kompetitor
Kamu bisa melanjutkan dengan:
- keep query yang CTR bagus & ada penjualan
- turunkan bid / hentikan query yang cuma klik
- jadikan negative query yang salah target. Misalnya, orang mencari “gratis”, “refill”, “sample” padahal kamu jual full size
Rapikan list keyword
Supaya strategimu rapi, klasifikasikan beberapa poin berikut ini:
- Keyword niat beli (transaksional): “serum niacinamide bpom”, “niacinamide 10% original”
- Keyword pembanding: “serum niacinamide terbaik”, “serum niacinamide untuk jerawat”
- Keyword luas: “serum glowing”, “skincare jerawat”
Biasanya, kategori (1) lebih cepat menghasilkan, kategori (2) bagus buat scale, dan kategori (3) buat branding tapi harus ketat kontrol bid.
Jalan Pintas Riset Keyword Kompetitor Paling Akurat

Kalau boleh jujur, menurutku bagian paling bikin tekor saat Shopee Ads itu biasanya bukan saat pasang iklan, tapi saat trial-error keyword. Kamu bingung keyword mana yang harus dibid, dan berapa harga per klik yang masih masuk akal.
Nah, di sinilah Tokpee wajib kamu manfaatkan. Tokpee punya fitur riset iklan yang membantu kamu intip kata kunci dan bid iklan yang terbukti mendatangkan penjualan, termasuk data keyword dan perkiraan harga per klik kompetitor. Kamu bisa mulai dari sesuatu yang sudah ada jejaknya, bukan tebak-tebakan dari nol.
Kesimpulan
Cara riset keyword Shopee Ads Kompetitor itu bukan soal mencuri daftar keyword, tapi membaca sinyal. Amati iklan yang sering muncul, kumpulkan ide dari suggestion pencarian, lalu validasi pakai metrik Shopee Ads seperti search volume dan suggested bid.
Pahami match type (broad vs exact), jalankan iklan dengan strategi bertahap, dan gunakan data search query dari performa iklanmu sendiri untuk menemukan keyword turunan yang benar-benar dipakai pembeli.
Kalau kamu pengen lebih sat-set dan mengurangi trial-error yang mahal, Tokpee bisa jadi shortcut untuk melihat arah keyword dan bid yang sudah terbukti bekerja!
