Kalau kamu ingin belajar cara riset permintaan produk Tokopedia lewat kata kunci, kamu bisa mulai dari Wawasan Kata Kunci untuk melihat keyword yang diprediksi sering dicari pembeli.
Dari keyword tersebut, kamu bisa mengukur minat pasar sekaligus menyusun strategi iklan yang lebih tepat sasaran.
Di artikel Tokpee hari ini, kita bahas langkahnya secara santai, plus cara validasi demand biar kamu makin yakin sebelum jualan!
Riset Permintaan Produk Tokopedia Lewat Kata Kunci

Riset permintaan produk Tokopedia itu banyak caranya loh, dan salah satu yang paling “cepat kebaca” adalah lewat kata kunci. Kenapa? Karena kata kunci itu jejak asli niat pembeli.
Mereka ngetik apa, berarti mereka lagi butuh apa. Nah, Tokpee bakal spill cara riset permintaan produk Tokopedia lewat kata kunci yang gampang dipraktikkan, terutama buat kamu yang pengin ngukur demand tanpa harus stok duluan.
Apa Itu Wawasan Kata Kunci?
Wawasan Kata Kunci di Tokopedia pada dasarnya memberi prediksi kata kunci apa saja yang lagi banyak dicari pembeli. Kamu bisa menangkap sinyal permintaan dari keyword yang direkomendasikan, lalu memakainya untuk membantu iklan tampil saat pembeli melakukan pencarian.
Anggap saja Wawasan Kata Kunci ini seperti “radar.” Kamu bisa melihat arah keyword yang rame, lalu memutuskan apakah produkmu nyambung dengan demand yang sedang tinggi.
Enaknya lagi, kamu bisa memeriksa kata kunci yang tampil mengikuti pencarian pembeli, lalu masuk ke menu Wawasan Kata Kunci untuk eksplor rekomendasi keyword.
Kenapa Keyword Penting untuk Riset Permintaan?
Banyak seller mikir keyword hanya urusan iklan. Padahal keyword juga bisa dipakai untuk mengukur permintaan pasar dengan manfaat berikut:
- Semakin relevan dan spesifik keyword yang ramai, biasanya semakin jelas demand-nya.
- Misal: “serum niacinamide” vs “serum niacinamide 10%” Produk kedua memiliki informasi yang lebih spesifik sehingga konsumen lebih tertarik untuk membeli.
- Kamu bisa melihat peluang produk turunan. Misalnya, keyword ramai “rak sepatu” → ternyata banyak variasinya. Mulai dari rak sepatu minimalis, rak sepatu susun, rak sepatu tertutup, dll.
- Keyword juga membantumu memahami bahasa pembeli. Terkadang, kamu menyebut produk A, tapi pembeli nyarinya dengan istilah lain. Kalau kamu ngikutin bahasa pembeli, peluang ditemukan jadi lebih tinggi.
Intinya, riset permintaan lewat kata kunci bikin kamu lebih paham apa yang dicari orang, bukan cuma apa yang pengin kamu jual.
Fungsi Wawasan Kata Kunci
Kalau kamu pakai fitur ini dengan niat riset permintaan, ada beberapa manfaat yang biasanya langsung terasa:
Menemukan keyword baru untuk ditambahkan ke grup iklan
Ini cocok kalau kamu sudah pasang iklan tapi jangkauannya terasa mentok. Dari rekomendasi, kamu bisa menambah keyword yang sebelumnya belum kepikiran.
Menghapus trafik nyasar dengan Kata Kunci Negatif
Ini bagian yang sering bikin iklan boncos kalau dilewatin. Kadang produk kamu sering diklik, tapi ternyata pembeli sebenarnya lagi mencari produk lain.
Dengan menambahkan Kata Kunci Negatif, kamu membantu sistem supaya iklan tidak tampil pada pencarian yang kurang tepat. Hasilnya, klik lebih berkualitas, biaya lebih sehat.
Memantau keyword otomatis dari Tokopedia
Tokopedia juga bisa menambahkan kata kunci secara otomatis yang dianggap relevan dengan nama produk dalam grup iklan. Dari sini, kamu bisa melihat: “Oh, sistem menganggap produkku relevan ke keyword ini.”
Kalau relevan dan performanya bagus, lanjutkan. Kalau bikin trafik nyasar, jadikan negatif.
Menemukan keyword spesifik yang menguntungkan
Kadang keyword pendek itu mahal dan kompetitif. Keyword spesifik (long-tail) sering lebih murah, tapi niat beli lebih tinggi. Wawasan Kata Kunci bisa membantu menemukan saran-saran seperti ini.
Cara Mengoptimalkan Keyword di Wawasan Kata Kunci
Biar gampang, ini alur yang bisa kamu ikuti:
- Pilih salah satu keyword rekomendasi yang mau kamu masukkan.
- Tentukan mau masuk sebagai:
- Kata Kunci Baru (untuk menambah jangkauan iklan), atau
- Kata Kunci Negatif (untuk menyaring pencarian yang tidak sesuai).
- Setelah memilih keyword, biasanya akan muncul tombol:
- “+ Kata Kunci”
- “+ Kata Kunci Negatif”
- Nah, bedanya di tahap lanjutannya:
- Kalau kamu pilih + Kata Kunci, kamu akan diminta mengatur biaya iklan per klik (CPC). Kalau bingung, kamu bisa mengikuti rekomendasi biaya per klik yang disarankan Tokopedia. Setelah itu tinggal klik Tambahkan.
- Kalau kamu pilih + Kata Kunci Negatif, sistem akan memprosesnya otomatis, dan keyword tersebut akan disaring dari penayangan yang kurang tepat.
Sederhananya, keyword baru memperluas pintu masuk, keyword negatif menutup pintu yang membuat orang salah produk.
Cara Membaca Permintaan dari Keyword
Oke, setelah kamu punya daftar keyword dari Wawasan Kata Kunci, gimana cara menilai permintaannya?
Coba pakai 3 pertanyaan ini:
- Keyword ini menggambarkan produk yang jelas, atau terlalu umum?
Keyword yang terlalu umum bikin kompetisi berat dan niat belinya belum tentu kuat.
- Keyword ini menyiratkan kebutuhan cepat atau kebutuhan rutin?
Contoh kebutuhan rutin yaitu skincare basic, alat kebersihan, kebutuhan dapur. Sedangkan kebutuhan cepat seperti barang seasonal, kebutuhan mendadak, trend musiman.
- Bisa nggak keyword ini diturunkan jadi variasi produk?
Kalau bisa diturunkan jadi banyak turunan (varian, ukuran, paket bundling), biasanya potensinya lebih lebar.
Bonus tips, kamu bisa membuat catatan kecil berisi 10–20 keyword, lalu kelompokkan mana yang paling potensial, butuh validasi, dan kurang nyambung.
Riset Permintaan Produk Tokopedia dengan Tokpee

Kalau Wawasan Kata Kunci itu seperti radar dari sisi iklan Tokopedia, Tokpee bisa kamu posisikan sebagai alat percepat riset yang bantu kamu melihat peluang dengan lebih praktis.
Ini berguna banget terutama kalau kamu pengin memvalidasi permintaan sebelum serius jualan. Tokpee dikenal sebagai tools riset produk marketplace yang memudahkan kamu untuk:
- menemukan ide produk laris dari riset pencarian dan riset toko,
- lalu menyortir hasilnya berdasarkan parameter seperti omset/bulan, penjualan/bulan, konversi, dan lainnya.
Kalau dikaitkan langsung dengan riset permintaan lewat kata kunci, cara pakainya bisa begini:
- Dari keyword → cek peluang produk yang benar-benar jalan
Kamu mulai dari daftar keyword hasil Wawasan Kata Kunci, lalu cari produk-produk yang nyambung dan lihat polanya. Enaknya, kamu tidak berhenti di “keyword-nya rame”, tapi lanjut ke “produk mana yang menang dan kenapa”.
- Intip kompetitor: demand tinggi tapi siapa yang panen?
Riset permintaan yang paling realistis itu bukan cuma banyak yang cari, tapi juga tentang banyak yang beli di toko mana. Dengan riset toko, kamu bisa memahami niche tertentu prospeknya gimana dan produk mana yang jadi andalan kompetitor.
- Validasi tren realtime biar nggak kejebak keyword yang cuma seminggu viral
Keyword bisa saja naik karena viral sesaat. Tokpee membantumu melihat sinyal apakah produk masih bergerak, bukan cuma pernah ramai. Buat kamu yang takut salah stok, langkah validasi ini biasanya bikin jauh lebih tenang.
- Naik level sehingga riset iklan nggak buang duit trial-error
Kalau kamu sudah siap pasang iklan, Tokpee juga punya pendekatan riset iklan untuk mengintip keyword dan bid yang terbukti mendatangkan penjualan. Dibanding buang uang buat uji coba keyword yang belum jelas, kamu bisa mulai dari keyword yang sudah “terlihat hasilnya” di lapangan.
Kesimpulan
Cara riset permintaan produk Tokopedia lewat kata kunci bisa dimulai dari fitur Wawasan Kata Kunci untuk melihat prediksi keyword yang banyak dicari, lalu kamu pilih mana yang mau dijadikan keyword baru dan mana yang perlu disaring lewat keyword negatif agar iklan lebih efisien.
Setelah itu, supaya risetmu nggak cuma berhenti di daftar kata, validasi demand-nya dengan melihat pola produk, kompetitor, dan tren yang benar-benar bergerak.
Dan kalau kamu mau proses yang lebih cepat serta lebih data-driven, Tokpee bisa membantu mempercepat riset produk dan memetakan peluang berdasarkan metrik seperti omzet, penjualan, dan konversi sehingga kamu lebih yakin sebelum eksekusi!
