Produk low competition itu bukan berarti produknya nggak laku, tapi justru seringnya dicari namun pesaingnya belum terlalu ramai. Kuncinya ada di riset dan cari keyword yang permintaannya naik, penjualannya bagus, tapi jumlah produk yang bersaing masih relatif sedikit.
Di artikel Tokpee ini, kita bahas cara menentukan produk low competition di Tokopedia dan langkah praktis biar kamu nggak salah pilih niche.
Produk Low Competition di Tokopedia
Produk low competition di Tokopedia adalah produk dengan persaingan rendah. Kenapa banyak penjual perlu menentukan ini?
Karena buat banyak seller yang baru mulai atau modalnya belum banyak, coba jualan produk dengan persaingan tinggi rasanya seperti ikut lomba lari, tapi start-nya sudah telat 30 menit duluan.
Pesaing sudah punya review ribuan, sudah punya repeat customer, iklannya sudah jalan, stoknya sudah stabil. Jadi bukan nggak bisa menang, tapi jalannya lebih panjang.
Nah kabar baiknya, kamu bisa pakai jalan pintas lewat produk low competition. Biasanya, bentuk produknya lebih spesifik, lebih niche, atau mengikuti momentum tertentu.
Dan cara paling rapi buat menemukannya adalah lewat data kata kunci. Di bagian ini, kita fokus pada cara yang bisa dipakai pemula sampai intermediate seller.
Kita mulai dengan riset kata kunci, cek kompetisi, dan tentukan positioning harga. Di ekosistem social commerce, pendekatan seperti analisis kata kunci dan metrik performa pencarian memang dipakai untuk memahami tren dan kinerja kata kunci.
Cara Menentukan Produk Low Competition di Tokopedia dengan Peringkat Kata Kunci

Di beberapa dashboard/alat riset, “peringkat kata kunci” umumnya dipakai untuk melihat kata kunci yang:
- paling sering dicari (indikator demand),
- paling sering diklik (indikator ketertarikan),
- dan yang ujungnya berhubungan dengan penjualan (indikator niat beli).
Walaupun nama menu dan tampilan bisa beda-beda di tiap platform, konsepnya mirip. Kamu cari keyword yang ramai dicari tapi kompetisinya tidak terlalu padat, lalu kamu pakai keyword itu untuk menentukan produk dan optimasi judul listing.
TikTok sendiri juga menjelaskan adanya metrik kata kunci untuk memahami performa kata kunci di hasil pencarian.
Berikut langkah yang bisa kamu ikuti:
Mulai dari “Istilah Pencarian Teratas” untuk melihat demand yang sudah jelas
Bayangin kamu buka menu peringkat kata kunci, lalu kamu lihat daftar keyword yang paling sering dicari. Dari daftar ini, jangan langsung ambil keyword paling besar karena berpotensi memiliki kompetisi brutal.
Yang kamu incar justru:
- keyword yang volumenya tinggi di sub-niche, bukan keyword “bapak-bapak” yang terlalu umum,
- keyword yang kliknya tinggi,
- dan kalau ada indikator penjualan SKU tinggi
Contohnya, daripada “skincare”, cari “sunscreen untuk remaja”, “sunscreen outdoor”, atau “sunscreen tanpa whitecast”. Ini biasanya lebih low competition dibanding keyword super umum, tapi tetap punya demand.
Cek “Hasil Pencarian Produk” untuk mengukur kepadatan kompetisi
Setelah kamu dapat keyword kandidat, langkah kedua adalah cek jumlah hasil pencarian di Tokopedia untuk keyword itu. Ini langkah simpel tapi ngaruh:
- Kalau hasil pencarian ribuan sampai puluhan ribu, kompetisinya padat.
- Kalau hasil pencarian lebih “wajar” dan produk yang muncul tidak terlalu seragam, biasanya ada peluang diferensiasi.
Kamu bisa lakukan cek cepat dengan:
- ketik keyword di Tokopedia,
- lihat seberapa banyak hasil yang muncul,
- amati 20–30 listing teratas: apakah semuanya brand besar? apakah judulnya mirip semua?
Kalau kamu melihat banyak listing “generik” dengan foto seadanya dan review belum terlalu tebal, itu bisa menjadi celah untuk masuk dengan listing yang lebih rapi.
Gunakan kombinasi “volume tinggi + kompetisi rendah”
Cara memilih keyword low competition yang sehat biasanya seperti ini:
- Volume pencarian tinggi → ada demand nyata.
- Klik produk tinggi → orang tertarik, bukan cuma lewat.
- Kompetisi rendah → kamu punya ruang bernapas.
- Penjualan SKU bagus → niat beli tinggi.
- Kalau kamu hanya punya “kompetisi rendah” tapi volume rendah juga, itu bukan low competition, bisa jadi low demand. Jadi, jangan ketipu ya!
Gunakan “Harga rata-rata” sebagai patokan positioning
Banyak alat riset kata kunci juga menampilkan kisaran atau rata-rata harga produk yang terkait keyword tertentu. Ini berguna untuk menentukan strategi harga:
- Kalau rata-rata harga pasar Rp80–120 ribu, lalu kamu masuk Rp250 ribu tanpa nilai tambah yang jelas, kamu akan susah.
- Kalau kamu bisa masuk di range pasar, atau masuk sedikit lebih tinggi tapi punya “alasan” (bonus, bundling, kualitas, garansi), kamu lebih aman.
Ini penting karena low competition bukan berarti bebas perang harga. Di Tokopedia, pembeli tetap sensitif. Kamu perlu harga yang relevan dengan ekspektasi keyword tersebut.
Pantau “Istilah Populer” untuk menangkap tren lebih awal
Selain istilah teratas, biasanya ada juga bagian istilah populer yang menunjukkan keyword yang sedang naik. Nah, ini menarik untuk low competition karena:
- Keyword yang baru naik sering belum punya banyak penjual yang menggunakannya.
- Kalau kamu masuk lebih awal, kamu punya kesempatan jadi salah satu listing yang cepat kebaca.
Caranya bisa dengan mencari keyword dengan kenaikan volume pencarian tinggi, lalu pastikan volumenya tetap harus ada demand.
Di TikTok Shop by Tokopedia sendiri ada materi yang membahas analisis pencarian dan keyword tren untuk membantu penjual memahami data yang tersedia.
Fokus ke “Istilah Potensial” untuk target low competition yang lebih jelas
Kalau di tool/dashboards ada kategori “istilah potensial”, biasanya ini keyword yang sering dicari, tapi jumlah produk yang bersaing relatif sedikit sehingga peluang penetrasinya lebih besar.
Untuk brand baru atau seller baru, bagian ini cocok banget karena kamu tidak harus beradu di keyword yang dikuasai pemain besar. Kamu tinggal pilih keyword potensial, cek jumlah hasil pencarian di Tokopedia, lalu tentukan produk yang relevan.
Optimasi judul dan stok berdasarkan keyword pilihan
Begitu kamu mendapatkan keyword low competition yang tepat, lakukan dua hal:
Optimasi penamaan produk
Masukkan keyword inti dan kata pembeda seperti varian/benefit/momentum. Contohnya, “botol minum anak anti tumpah 500ml” lebih jelas daripada “botol minum lucu”.
Siapkan stok bertahap
Low competition itu peluang, bukan jaminan. Mulai dari stok aman varian terlaris, lalu naikkan ketika data penjualan mulai stabil.
Kesimpulan
Cara menentukan produk low competition itu intinya riset produk yang dicari orang, tapi belum terlalu penuh pesaing.
Kamu bisa mulai dari riset kata kunci, ihat keyword teratas untuk demand, cek keyword yang sedang naik untuk peluang masuk lebih awal, lalu validasi kompetisi dengan mengecek hasil pencarian produk di Tokopedia.
Pendekatan metrik kata kunci juga umum dipakai untuk memahami performa dan relevansi keyword di pencarian.

Kalau kamu pengin cara yang lebih cepat untuk menghadapi persaingan ketat di Tokopedia, Tokpee bisa jadi “shortcut” riset yang enak. Kamu bisa menemukan ide produk dari riset pencarian dan riset toko, lalu menyortirnya pakai parameter penting seperti omset/bulan, penjualan/bulan, konversi, dan lainnya.
Kamu nggak cuma mengira-ngira produk mana yang potensial. Dengan data seperti ini, kamu lebih mudah memilih produk yang peluangnya bagus, menghindari head-to-head di keyword super padat, dan mengambil keputusan stok dengan lebih percaya diri.
Tokpee juga punya fitur-fitur lain yang memudahkan pebisnis e-commerce saat riset kompetitor dan membaca tren pasar!
