Analisis Nilai Rata-rata Pesanan Produk Shopee Analisis Nilai Rata-rata Pesanan Produk Shopee

Analisis Nilai Rata-rata Pesanan Produk Shopee Paling Lengkap

Analisis nilai rata-rata pesanan membantumu paham seberapa bernilai tiap transaksi, bukan cuma ramai atau sepi. Kamu bisa menghitungnya dari data kunjungan, jumlah pesanan dibayar, dan total pendapatan dalam periode tertentu. 

Di artikel Tokpee ini, kita bahas analisis nilai rata-rata pesanan produk Shopee dengan rumus sederhana, contoh kasus, dan opsi tools biar nggak ribet.

Analisis Nilai Rata-rata Pesanan Produk Shopee

Ada dua tipe seller di Shopee, yang fokus mengejar order sebanyak-banyaknya dan yang fokus membuat setiap order lebih berkualitas. 

Dua-duanya valid, tapi kalau kamu ingin bisnis lebih sehat, apalagi kalau ongkir, biaya packing, dan effort tim makin berhasil, kamu perlu mulai memperhatikan nilai rata-rata pesanan alias average order value (AOV).

Kenapa AOV penting? Karena kadang kamu sudah punya traffic lumayan, bahkan konversi oke, tapi uang yang masuk per transaksi kecil banget. Akhirnya, kamu ngos-ngosan mengejar orderan banyak, capek packing, tapi profit tipis.

Kabar baiknya, untuk analisis nilai rata-rata pesanan produk Shopee, kamu nggak harus pakai metode rumit. Kamu bisa mulai dari tiga cara ini.

Hitung Konversi

Konversi itu sederhananya adalah data dari semua orang yang datang ke toko/produk kamu, berapa persen yang benar-benar bayar. Ini penting karena AOV yang tinggi pun bisa kurang terasa kalau konversimu rendah. Misalnya, orang mampir doang, nggak jadi checkout.

Rumus konversi yang bisa kamu pakai: Konversi = (Pesanan Dibayar ÷ Tingkat Kunjungan) × 100%

Catatan kecil, tingkat kunjungan di sini maksudnya total kunjungan/traffic dalam periode yang sama. Yang kamu butuhkan adalah konsisten periode datanya. Misalnya sama-sama 7 hari terakhir atau 30 hari terakhir.

Contoh kasus: brand baju vintage. Bayangin kamu punya toko “VintageVault” yang jualan kemeja vintage, celana high waist, dan outer retro.

Dalam 7 hari terakhir:

  • Kunjungan toko/produk: 10.000
  • Pesanan dibayar: 250

Maka konversinya:

  • Konversi = (250 ÷ 10.000) × 100%
  • Konversi = 0,025 × 100%
  • Konversi = 2,5%
Baca Artikel Lainnya  30 Nama Toko Aesthetic Korea yang Artinya Bikin Pelanggan Berdatangan!

Cara bacanya gimana? Artinya, dari 100 orang yang mampir, sekitar 2–3 orang yang membeli dan bayar.

Kenapa angka ini relevan buat analisis nilai rata-rata pesanan? Karena kalau konversi rendah, kamu mungkin perlu memperbaiki listing seperti foto, judul, deskripsi, harga, promo, rating.

Kalau konversi sudah oke, kamu bisa fokus menaikkan nilai transaksi per orang seperti bundling, upsell, cross-sell.

Jadi, konversi itu semacam pintu masuk. Kalau pintu masuknya seret, AOV tinggi pun susah keluar.

Penjualan Per Pesanan

Masuk ke inti dari topik kita, nilai rata-rata pesanan. Rumusnya:

Penjualan per pesanan = Total pendapatan dalam periode tertentu ÷ Total pembeli (atau total pesanan)

Supaya rapi, kamu boleh pilih salah satu versi:

  • Kalau datamu lebih gampang “total pembeli”, pakai total pembeli.
  • Kalau datamu lebih gampang “total pesanan”, pakai total pesanan.

Yang penting, konsisten dengan metrik yang kamu pakai dari awal.

Contoh kasus lanjutan dari brand baju vintage sebelumnya, masih dalam 7 hari terakhir:

  • Total pendapatan: Rp75.000.000
  • Total pembeli: 250 (anggap 1 pembeli = 1 pesanan untuk memudahkan)

Maka interpretasi dan cara menghitungnya:

  • Penjualan per pesanan = 75.000.000 ÷ 250
  • Penjualan per pesanan = Rp300.000

Cara bacanya gimana? Rata-rata, setiap pembeli yang checkout mengeluarkan sekitar Rp300 ribu. Nah, di sinilah kamu bisa mulai membuat strategi yang lebih detail:

  • Kalau AOV kamu Rp300 ribu dan margin kamu sehat, kamu bisa scale dengan iklan.
  • Kalau AOV kamu kecil, kamu mungkin perlu strategi bundling supaya tiap order lebih worth it untuk diproses.

Trik menaikkan penjualan per pesanan (AOV) yang biasanya paling cepat kerasa:

  • Bundling (paket 2–3 item dengan harga lebih menarik daripada beli satuan)

Contoh: “Paket kemeja vintage + inner basic”

  • Cross-sell (tawarkan pelengkap)

Contoh: “tambahkan belt retro / tote bag kanvas”

  • Minimum belanja untuk bonus

Contoh: “Belanja min. Rp250k gratis aksesoris random”

  • Variant strategy (varian premium)

Contoh: “Grade A / Grade B”, selama kamu jelaskan bedanya dengan jujur.

Baca Artikel Lainnya  Berapa Harga Gift Topi Koboi TikTok? Ini Jawabannya

Pakai Tools Tokpee

Oke, sekarang untuk bagian yang paling disukai orang sibuk. Kalau nggak mau ribet, langsung pakai Tokpee.

Kadang kita suka kejebak mindset kalau  produk murah pasti duitnya kecil. Padahal, di dunia marketplace, banyak produk murah yang justru dibeli dalam jumlah besar (grosir), atau sering dibeli barengan sehingga nilai transaksi per pesanan bisa lebih tinggi dibanding produk yang harganya mahal tapi dibeli satuan.

Nah, Tokpee punya pendekatan yang menarik lewat fitur Analisis Jumlah dan Nilai Tiap Pesanan. Tokpee menekankan bahwa jual barang murah belum tentu hasilnya recehan karena ada produk yang murah tapi langganan dibeli banyak dalam satu transaksi, jadi pendapatan per order-nya besar.

Bahkan ada harga barang sekitar ratusan rupiah, tapi nilai rata-rata per pesanannya bisa ratusan ribu karena pembeli belinya banyak. Dengan Tokpee, kamu bisa melihat pola seperti ini tanpa harus ngitung manual satu-satu.

Kenapa ini berguna untuk analisis nilai rata-rata pesanan?

  • Kamu jadi paham produk mana yang “kelihatan kecil” tapi sebenarnya jadi penyumbang nilai order besar.
  • Kamu bisa merancang strategi: produk murah sebagai trigger pembelian, lalu dorong add-on supaya AOV naik.
  • Kamu bisa menghindari jebakan: produk terlihat ramai, tapi ternyata satu pesanan nilainya kecil dan membuat operasional berat.

Buat seller yang pengin rapi dari awal, tools seperti ini membantumu fokus pada produk yang bukan cuma laku, tapi juga menguntungkan untuk bisnis.

Kesimpulan

Kalau kamu ingin melakukan analisis nilai rata-rata pesanan produk Shopee, mulai dari hal yang paling gampang: cek konversi untuk melihat seberapa efektif traffic berubah jadi pembelian, lalu hitung penjualan per pesanan (AOV) dari total pendapatan dibagi total pembeli/pesanan dalam periode yang sama. 

Setelah kamu tahu angkanya, barulah kamu bisa menentukan strategi: mau perbaiki konversi dulu atau menaikkan AOV lewat bundling dan cross-sell. 

Dan kalau kamu pengin cara yang lebih cepat tanpa banyak hitung manual, Tokpee bisa membantu lewat fitur analisis nilai tiap pesanan untuk melihat pola transaksi yang membuat bisnismu lebih untung!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Special offer

Dapatkan Tool Riset Produk Laris untuk Lejitkan Bisnis

Lihat cara kami riset produk untuk tingkatkan penjualan toko online. 👇
DOWNLOAD NOW
close-link