Cara Intip Omset Toko Kompetitor Shopee Cara Intip Omset Toko Kompetitor Shopee

Cara Intip Omset Toko Kompetitor Shopee, Dijamin Melariskan Penjualan!

Cara paling praktis untuk cara intip omset toko kompetitor Shopee adalah melihat pola produk andalan mereka dan memperkirakan kontribusi penjualannya. 

Kamu bisa mulai dari data yang terlihat publik seperti produk terlaris, review, harga, promo, lalu rapikan analisis pakai template kompetitor. Di artikel Tokpee ini, kita bahas caranya yang pasti berguna untuk strategi jualan.

Cara Intip Omset Toko Kompetitor Shopee Paling Mudah

Ngintip omset toko kompetitor Shopee, emang boleh? Namanya juga dunia bisnis. Terkadang, kompetitor justru malah membantu untuk menyiapkan strategi yang lebih menguntungkan. 

Salah satunya dengan cek performa mereka. Bukan untuk nyontek mentah-mentah, tapi buat memahami produk apa yang banyak dicari, harga yang masih masuk akal, dan celah apa yang belum dilakukan.

Yang perlu kamu pegang di sini, kita akan membahas estimasi dan analisis, bukan membobol data rahasia. Kita pakai indikator yang wajar yaitu produk andalan, performa listing, dan sinyal pembelian yang bisa terlihat dari aktivitas toko.

Cara pertama intip omset toko kompetitor Shopee  lebih cepat dan akurat adalah dengan menggunakan Tokpee. Kenapa? Karena riset kompetitor itu sering bikin pemula lelah.

Buka satu toko, lihat satu produk, lalu ke produk lain, terus kebingungan sendiri. Padahal, yang paling penting justru bukan semua produk mereka, melainkan produk yang meningkatkan omzet.

Di Tokpee, kamu bisa melakukan Riset Toko Kompetitor untuk mencari tahu produk andalan yang benar-benar memberikan kontribusi besar bagi omzet toko secara keseluruhan. Kamu nggak perlu pusing meniru seluruh katalog kompetitor. 

Bahkan, dalam banyak kasus, toko yang terlihat punya ratusan produk ternyata omzetnya ditopang oleh beberapa produk saja. Misalnya, 3 produk teratas yang terus konsisten ramai.

Manfaat intip omset toko kompetitor Shopee dengan Tokpee terasa banget buat kamu yang:

  • baru mau masuk niche tertentu,
  • mau menambah kategori baru,
  • atau lagi bingung produk mana yang paling masuk akal untuk distok.
Baca Artikel Lainnya  6 Contoh Cara Memasarkan Produk Lengkap dengan Langkah-langkahnya

Dari hasil riset itu, kamu bisa mengambil keputusan yang lebih hemat. Kamu nggak perlu stok banyak jenis produk yang bikin inventory kepenuhan dan modal nyangkut. 

Fokus dulu ke kandidat produk yang paling berpengaruh ke performa toko kompetitor, lalu kamu kembangkan versi bisnismu sendiri. Bisa lewat bundling, positioning, bonus, atau kualitas listing yang lebih meyakinkan.

Cara Melakukan Analisis Kompetitor dengan Shopee

Selain pakai tools, kamu juga bisa melakukan analisis kompetitor dari sisi manual lewat Shopee. Malah ini bagus banget untuk melengkapi riset karena angka tanpa konteks itu sering bikin salah paham. 

Shopee sendiri mengingatkan bahwa kompetitor memang bisa terasa mengganggu karena produk serupa, tapi kalau kamu memanfaatkannya dengan tepat, kompetitor bisa jadi bahan belajar yang mempercepat strategi jualanmu.

Mulai dari daftar kompetitor

Langkah paling masuk akal adalah membuat tabel dan template kompetitor. Kamu perlu mencari kompetitor lewat fitur pencarian Shopee untuk menemukan toko yang menjual produk sama atau mirip. 

Pilih beberapa toko yang penjualan dan followers-nya lebih besar sebagai acuan. Bukan untuk minder, tapi untuk melihat standar pasar.

Contoh kolom template kompetitor yang mudah dipakai:

  • Nama toko + link
  • Lokasi pengiriman (kota asal)
  • Produk unggulan/top 3
  • Range harga produk utama
  • Promo yang sering dipakai (voucher/gratis ongkir/bundling)
  • Kekuatan listing (foto, judul, deskripsi)
  • Kelemahan dari review (komplain paling sering)
  • Strategi konten/medsos
  • Catatan ide diferensiasi untuk toko kamu

Dengan template ini, kamu nggak cuma scrolling lalu lupa, tapi benar-benar punya bahan analisis yang bisa dieksekusi.

Cek lokasi kompetitor dan pola pengiriman

Lokasi kompetitor bisa memberi petunjuk penting. Mereka mengirim dari mana, jasa kirim apa yang sering dipakai, dan bagaimana kamu bisa bersaing dari sisi kecepatan dan ongkir. 

Misalnya kompetitor banyak dari kota tertentu, kamu bisa mengatur strategi gudang atau memilih produk yang lebih ringan agar ongkir kamu tetap menarik.

Intip media sosial kompetitor

Shopee menyarankan untuk melihat media sosial kompetitor. Mereka pakai platform apa, kontennya seperti apa, traffic-nya terlihat ramai atau tidak, dan apakah mereka bekerja sama dengan influencer. 

Ini membantumu menentukan strategi jualan yang relevan. Apakah niche ini cocok dengan konten edukasi, konten before-after, atau konten unboxing yang cepat.

Kamu bisa mencari celah dari strategi mereka. Kalau mereka semuanya formal, kamu bisa masuk dengan gaya yang lebih fun. Kalau mereka jualannya agresif, kamu bisa masuk dengan pendekatan trust-building.

Baca Artikel Lainnya  Transaksi Semakin Mudah dengan Cara Transfer DANA ke ShopeePay Pakai QR Code

Baca target pasar dari komentar & review

Komentar dan review itu sumber data gratis yang jujur. Dari situ, kamu bisa menebak siapa pembeli mereka, usia, kebutuhan, bahkan bahasa yang mereka pakai. 

Kamu juga bisa belajar cara kompetitor membalas pertanyaan dan keluhan. Ini penting karena di marketplace, pelayanan sering jadi pembeda antar toko meskipun produknya mirip.

Bedah produk dari segi harga, kualitas, dan daftar produk

Di bagian produk, kamu bisa:

  • membandingkan harga dengan kualitas 
  • melihat variasi yang paling sering dibeli
  • dan menemukan produk pelengkap yang mungkin dibutuhkan pembeli

Contohnya, kamu jual moisturizer, kompetitor juga jual cleanser dan sunscreen dalam satu paket. Ini bisa jadi ide bundling agar nilai keranjang meningkat.

Selain itu, perhatikan keluhan dari review. Kalau banyak yang komplain packaging kurang aman, kamu bisa jadikan keunggulan dengan bubble wrap ekstra, segel rapi, atau garansi penggantian.

Cek pengalaman transaksi

Kamu juga bisa melakukan pendekatan yang cukup efektif, yaitu dengan melakukan transaksi di toko kompetitor untuk merasakan pengalaman langsung. Ini cocok kalau kamu serius di niche tertentu. Kamu jadi paham beberapa poin berikut:

  • secepat apa mereka proses,
  • bagaimana kualitas packing,
  • apakah ada bonus kecil,
  • dan bagaimana follow-up mereka.

Terkadang, yang membuat toko lebih unggul itu bukan produknya, tapi pengalaman belinya.

Temukan keunikan bisnismu dan susun strategi pemasaran

Setelah data kompetitor terkumpul, tugasmu adalah menemukan keunikan yang bermanfaat untuk pembeli. Misalnya:

  • kamu punya bahan yang lebih aman,
  • kamu punya ukuran yang lebih lengkap,
  • kamu punya garansi,
  • atau kamu punya edukasi produk yang lebih jelas.

Dengan data di atas, strategi pemasaranmu jadi lebih fokus. Kamu tahu apa yang harus ditonjolkan dan alasan pembeli memilih tokomu.

Tambahkan analisis SWOT biar makin terstruktur

Terakhir, kamu bisa merapikan semuanya ke analisis SWOT:

  • Strength: keunggulanmu (misal pengiriman cepat, kualitas lebih bagus)
  • Weakness: kelemahanmu (misal belum banyak review)
  • Opportunity: peluang (keyword naik, kompetitor banyak komplain hal yang bisa kamu perbaiki)
  • Threat: ancaman (kompetitor besar, perang harga, tren turun)

Kesimpulan

Jadi, kalau kamu mencari cara intip omset toko kompetitor Shopee, cara paling realistis adalah menggabungkan dua pendekatan. 

Caranya adalah riset cepat memakai Tokpee untuk menemukan produk andalan yang paling berkontribusi ke performa toko, lalu analisis manual ala Shopee untuk memahami konteksnya.

Dengan begitu kamu nggak cuma ngintip, tapi benar-benar mendapatkan insight yang bisa diubah jadi strategi. Kamu akan paham produk apa yang layak dikejar, bagaimana cara masuknya, dan diferensiasi apa yang membuat pembeli memilih bisnismu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Special offer

Dapatkan Tool Riset Produk Laris untuk Lejitkan Bisnis

Lihat cara kami riset produk untuk tingkatkan penjualan toko online. 👇
DOWNLOAD NOW
close-link