Riset produk Shopee adalah langkah paling krusial buat kamu yang baru mulai jualan online. Banyak pemula langsung ikut tren tanpa benar-benar memahami apakah produk tersebut masih laku atau sudah jenuh di pasaran. Akibatnya? Stok numpuk, modal tertahan, dan penjualan seret.
Padahal, dengan memahami cara riset produk Shopee untuk pemula, kamu bisa menghindari kesalahan tersebut sejak awal. Riset yang tepat akan membantumu menemukan produk yang benar-benar dibutuhkan pasar, bukan sekadar ikut-ikutan tren.
Di artikel ini, kamu akan belajar cara riset produk Shopee secara praktis, mulai dari menentukan niche, melihat produk laris, hingga validasi sebelum stok. Semua dibahas dengan bahasa santai dan langsung bisa kamu praktikkan.
Langkah 1: Tentukan Niche Sebelum Riset Produk di Shopee

Sebelum mulai riset produk laris di Shopee, kamu perlu menentukan niche terlebih dahulu. Niche adalah kategori produk yang ingin kamu fokuskan, misalnya:
- skincare
- fashion wanita
- perlengkapan bayi
- aksesoris gadget
Kenapa ini penting? Kalau kamu langsung riset tanpa niche, kamu akan kebingungan karena pilihan produk di Shopee sangat banyak. Dengan niche yang jelas, proses riset produk Shopee untuk pemula jadi lebih terarah.
Tips memilih niche:
- Pilih yang kamu pahami
- Pilih yang punya demand stabil
- Hindari niche yang terlalu umum tanpa diferensiasi
Langkah 2: Cara Cari Produk Terlaris Shopee Secara Manual

Setelah menentukan niche, langkah berikutnya adalah melihat produk yang sudah terbukti laku. Cara paling mudah yang bisa kamu lakukan adalah:
- Buka aplikasi Shopee
- Ketik kata kunci sesuai niche
- Urutkan berdasarkan “Terlaris”
- Lihat produk dengan penjualan tinggi
Setelah itu, kamun harus perhatikan beberapa hal:
- jumlah terjual
- rating produk
- jumlah review
- harga produk
Produk dengan ribuan penjualan biasanya sudah tervalidasi oleh pasar. Ini adalah cara riset produk Shopee gratis yang bisa kamu lakukan tanpa tools tambahan.
Langkah 3: Analisis Kompetitor di Shopee
Selain melihat produk, kamu juga perlu menganalisis toko kompetitor. Masuk ke toko yang menjual produk serupa, lalu perhatikan beberapa hal berikut:
- produk best seller mereka
- variasi produk yang ditawarkan
- harga yang digunakan
- strategi promo
Tujuan dari langkah ini adalah memahami kenapa produk tersebut laku. Dengan cara ini, kamu tidak hanya tahu produk yang laris, tetapi juga tahu strategi di baliknya.
Langkah 4: Riset Kata Kunci Produk Shopee
Salah satu bagian penting dalam cara riset produk Shopee untuk pemula adalah memahami kata kunci yang digunakan pembeli. Caranya dengan beberapa hal berikut:
- ketik produk di kolom pencarian
- lihat auto-suggestion Shopee
- catat kata kunci yang sering muncul
Contohnya nih, kalau kamu mengetik “tas wanita”, Shopee akan menampilkan:
- tas wanita kekinian
- tas wanita murah
- tas wanita branded
Kata kunci ini menunjukkan apa yang dicari oleh pasar.
Langkah 5: Analisis Harga dan Margin Produk
Jangan hanya fokus pada produk laris. Kamu juga harus memastikan produk tersebut menguntungkan. Perhatikan beberapa hal ini:
- harga jual kompetitor
- biaya modal
- biaya admin marketplace
- biaya ongkir (jika subsidi)
Contoh:
- Harga jual: Rp50.000
- Modal: Rp25.000
- Biaya admin: Rp5.000
- Profit bersih: Rp20.000
Dengan cara ini, kamu bisa menentukan apakah produk layak dijual atau tidak.
Langkah 6: Validasi Data Riset Produk Shopee dengan Tools Analitik
Langkah terakhir dalam cara riset produk Shopee adalah validasi data. Kenapa cara ini penting? Karena data manual sering tidak cukup untuk melihat tren secara keseluruhan.
Dengan bantuan tools analitik marketplace, kamu bisa:
- melihat tren penjualan
- mengetahui produk yang sedang naik
- menganalisis performa kompetitor
Langkah ini membantu kamu membuat keputusan yang lebih akurat sebelum stok barang.
Kesalahan Riset Produk Shopee yang Sering Dilakukan Pemula

Ikut tren tanpa analisis
Banyak pemula terjebak hanya menjual produk yang sedang viral di media sosial tanpa melihat siklus hidup produk tersebut.
Produk musiman atau hype sesaat seringkali mengalami penurunan permintaan yang drastis dalam waktu singkat sehingga jika kamu masuk terlalu lambat, bisa berisiko terjebak dengan stok mati yang tidak lagi diminati pasar.
Tidak cek kompetitor
Memasuki pasar tanpa memetakan siapa lawanmu adalah langkah yang berisiko karena kamu nggak akan paham seberapa besar dominasi toko-toko besar.
Dengan menganalisis kompetitor, kamu bisa melihat kelemahan mereka, seperti layanan yang lambat atau ulasan negatif, yang bisa kamu jadikan peluang untuk menawarkan nilai lebih di tokomu sendiri.
Fokus ke produk murah saja
Produk dengan harga murah memang mudah menarik perhatian, namun seringkali memiliki loyalitas pelanggan yang rendah karena pembeli hanya mengejar harga terendah.
Strategi ini memicu perang harga yang melelahkan, di mana margin keuntungan menjadi sangat tipis dan sulit untuk menutupi biaya operasional atau biaya iklan di Shopee.
Tidak cek margin
Kesalahan fatal lainnya adalah hanya melihat angka penjualan yang tinggi tanpa menghitung biaya tersembunyi seperti biaya admin Shopee, biaya pengemasan, dan ongkos kirim retur.
Tanpa perhitungan margin yang sehat, kamu mungkin merasa toko sangat laris, namun sebenarnya kamu sedang mengalami kerugian atau uang hanya “numpang lewat” saja.
Tidak validasi data
Mengandalkan intuisi atau perasaan bahwa suatu produk akan laku seringkali menipu dan tidak akurat. Riset yang benar harus didasarkan pada data nyata untuk melihat volume pencarian kata kunci dan tren penjualan.
Salah pilih niche
Memilih kategori yang terlalu umum, seperti “Pakaian Wanita”, akan membuat toko kecil sulit bersaing dengan brand besar.
Fokuslah pada sub-niche yang lebih spesifik agar kamu bisa membangun otoritas dan lebih mudah ditemukan oleh audiens yang memang mencari solusi khusus sehingga persaingan tidak melulu soal harga.
Cara Validasi Produk Shopee Sebelum Stok Pertama

Cek review produk
Ulasan dari pembeli di toko lain adalah informasi untuk mengetahui kualitas produk sebelum kamu memutuskan untuk menyetoknya. Jika banyak keluhan mengenai fungsi atau ketahanan produk, sebaiknya urungkan niat untuk menjualnya.
Cek tren penjualan
Gunakan fitur grafik penjualan untuk memastikan bahwa permintaan terhadap produk tersebut bersifat stabil atau sedang tumbuh, bukan sedang terjun bebas. Validasi ini membantu membedakan antara produk “Evergreen” yang laku sepanjang tahun dengan produk musiman.
Cek kompetitor lokal
Melihat keberadaan penjual di area geografis yang sama sangat penting untuk memenangkan persaingan di ongkos kirim dan kecepatan pengiriman. Jika sudah terlalu banyak penjual lokal yang menjual produk serupa dengan harga grosir, kamu perlu mencari keunikan lain.
Coba jual sistem pre-order
Metode pre-order (PO) adalah cara paling aman untuk mengetes minat pasar tanpa harus mengeluarkan modal besar di awal untuk stok barang.
Dengan membuka sistem PO selama beberapa hari, kamu bisa melihat berapa banyak orang yang benar-benar melakukan checkout.
Uji dengan jumlah kecil
Jangan pernah langsung memesan dalam kuantitas ribuan sebelum kamu membuktikan bahwa produk tersebut bisa terjual habis dalam waktu cepat. Mulailah dengan kuantitas minimal (MVP) untuk menguji respons pelanggan, kualitas pengemasan, dan kecepatan pengiriman kurir..
Tools Riset Produk Shopee yang Direkomendasikan
Untuk mempercepat proses riset produk Shopee untuk pemula, kamu bisa menggunakan tools analitik marketplace. Tools ini membantu melihat data yang tidak tersedia secara langsung di Shopee, seperti:
- tren penjualan produk
- estimasi omzet toko
- produk yang sedang naik
Salah satu tools yang bisa kamu gunakan adalah Tokpee. Dengan platform ini, kamu bisa menganalisis produk dan kompetitor secara lebih detail sebelum memutuskan stok.
Namun, selain Tokpee, kamu juga bisa menggunakan berbagai tools riset produk lainnya sesuai kebutuhan.
FAQ Riset Produk Shopee untuk Pemula
Apa itu riset produk Shopee?
Riset produk Shopee adalah proses mencari dan menganalisis produk yang memiliki potensi laku di marketplace sebelum dijual.
Bagaimana cara riset produk Shopee gratis?
Kamu bisa menggunakan fitur pencarian Shopee, melihat produk terlaris, dan menganalisis kompetitor tanpa biaya.
Kenapa riset produk penting?
Riset produk membantu kamu menghindari stok barang yang tidak laku dan memilih produk yang benar-benar dibutuhkan pasar.
Berapa lama riset produk dilakukan?
Riset bisa dilakukan dalam beberapa jam hingga beberapa hari tergantung kedalaman analisis.
Apakah pemula wajib pakai tools riset?
Tidak wajib, tetapi tools sangat membantu mempercepat dan meningkatkan akurasi riset produk.
Kesimpulan
Memahami cara riset produk Shopee untuk pemula adalah langkah penting sebelum kamu mulai jualan. Dengan riset yang tepat, kamu bisa menemukan produk yang benar-benar laku, menghindari stok mati, dan meningkatkan peluang profit.
Mulai dari menentukan niche, melihat produk terlaris, analisis kompetitor, hingga validasi data, semua langkah ini akan membantu kamu membuat keputusan bisnis yang lebih tepat.
Mau Riset Produk Lebih Cepat dan Akurat?

Kalau kamu ingin jualan di marketplace tanpa trial-error yang melelahkan, kamu butuh data yang jelas.
Dengan Tokpee, kamu bisa:
Riset Pencarian & Kategori
Temukan produk yang lagi laris berdasarkan kata kunci dan kategori populer.
Riset Toko Kompetitor
Lihat performa toko lain dan pelajari produk andalan mereka.
Riset Detail Produk
Cari tahu varian produk yang paling diminati pasar. Daripada menebak-nebak produk, lebih baik gunakan data dengan Tokpee sekarang!
