Riset produk Shopee yang aman buat pemula dimulai dari memilih niche, lalu mengecek produk terlaris dan kata kunci populer yang lagi dicari pembeli. Setelah itu, validasi lagi dengan melihat pola review, rating, dan performa kompetitor supaya kamu nggak cuma ikut-ikutan tren.
Di artikel Tokpee ini, kita bahas riset produk Shopee untuk pemula tanpa salah stok dengan cara yang mudah, tapi tetap pakai data.
Riset Produk Shopee untuk Pemula Tanpa Salah Stok

Halo, sepertinya ada yang mau buka toko di Shopee nih. Sebuah langkah yang keren karena kamu berani step up ke e-commerce yang sangat populer.
Tapi ya itu, ada satu hal yang sering jadi drama pemula, stok barang. Bukan karena kamu nggak pintar, tapi karena di awal biasanya kita gampang ke-trigger: lihat barang viral → langsung pengin stok banyak → eh ternyata yang laku cuma 1 varian, atau trennya keburu turun.
Makanya, biar nggak salah stok, kita perlu riset yang paling masuk akal untuk pemula. Riset produk itu membantumu mengidentifikasi peluang pasar, memahami kebutuhan pelanggan, dan menjaga bisnis tetap kompetitif.
Untuk pemula, target risetnya bukan langsung cari produk paling laris, tapi:
- menemukan produk yang punya demand jelas,
- memahami kompetisi secara realistis,
- dan yang paling penting: stoknya bertahap, bukan langsung all-in.
Coba kita pahami beberapa langkah berikut ini:
Tentukan niche dulu
Sebelum kamu ngetik sana-sini di Shopee, tentukan dulu kategori/niche yang mau kamu fokuskan. Misalnya fashion, elektronik, kecantikan, atau peralatan rumah tangga.
Ini penting banget karena pemula sering kejebak saat menentukan. Semua kelihatan laku, akhirnya stok campur-campur, tapi branding toko nggak kebentuk dan operasionalnya ribet.
Tips pemula, pilih niche yang kamu ngerti barangnya, gampang cari suppliernya, dan varian/ukurannya nggak bikin pusing.
Cek “Produk Terlaris” untuk tangkap sinyal demand cepat
Di Shopee, salah satu cara riset yang paling gampang adalah memakai fitur produk terlaris. Tokpee menjelaskan bahwa lewat fitur ini kamu bisa melihat produk yang sedang banyak diminati dan biasanya punya permintaan tinggi.
Fitur ini cocok jadi referensi awal produk apa yang layak dipertimbangkan. Tapi ingat ya, terlaris itu bagus untuk inspirasi, bukan berarti kamu harus meniru 100%.
Anggap saja ini seperti daftar produk favorit yang memudahkanmu punya bayangan kalau pelanggan memang lagi cari ini.
Ngintip Shopee Mall untuk baca standar pasar
Shopee Mall berisi produk dari brand ternama/terverifikasi. Dengan mengecek Shopee Mall, kamu bisa dapat gambaran produk berkualitas yang diminati pelanggan sekaligus menganalisis strategi harga dan promosi brand besar.
Sebagai pemula, ini berguna buat:
- ngukur standar foto dan deskripsi,
- memahami range harga “normal”,
- dan lihat pola promo (voucher, bundling, diskon musiman).
Kamu nggak harus bersaing head-to-head dengan brand besar, tapi kamu bisa belajar cara mereka jualan.
Pakai “Pencarian Populer” untuk cari ide berbasis kata kunci
Kalau kamu masih bingung mau jual apa atau mau mempersempit pilihan, manfaatkan fitur pencarian populer. Pencarian populer membantumu melihat apa yang sedang dicari pelanggan.
Kata kunci yang sering muncul bisa jadi contoh produk yang sedang tren dan banyak dicari. Kamu juga bisa menyesuaikan stok dan jenis produk berdasarkan tren tersebut.
Cara pakai untuk pemula:
Ambil 5–10 keyword yang sering muncul → cari produk-produk yang muncul konsisten di hasil terlaris → catat variasi yang paling sering muncul (warna/ukuran/paket).
Analisis kategori dan baca review
Ini yang sering dilewatkan pemula, review itu bukan sekadar bintang, tapi bahan dasar riset. Tokpee menyarankan riset mendalam sesuai kategori, cek yang paling laris, lalu lihat review dan rating karena review bisa memberi insight tentang kelebihan dan kekurangan dari perspektif pelanggan.
Nah, dari review kamu bisa bikin strategi:
- kalau banyak yang komplain barang kecil, kamu tekankan ukuran real di foto,
- kalau banyak yang bilang packaging kurang aman, kamu jadikan itu keunggulan,
- kalau orang suka fitur tertentu, kamu tonjolin itu di judul/thumbnail.
Validasi pakai tool biar nggak ketipu angka terjual

Masalahnya, di marketplace kamu sering cuma lihat “terjual 10rb+” yang sifatnya estimasi atau pembulatan. Susah untuk mengitung performa bulanan secara presisi.
Karena itu, Tokpee sebagai tool riset produk terlaris di Shopee dan Tokopedia bisa memudahkan proses ini. Fitur-fitur di bawah ini sayang banget kalau nggak dicoba:
Riset Pencarian & Kategori
Tokpee bisa bantu kamu menemukan ide produk yang laris sesuai kata kunci dan kategori.
Ini cocok setelah kamu punya list keyword dari pencarian populer sehingga kamu bisa mengerucutkan pilihan.
Riset Toko Kompetitor
Kamu bisa kepoin penjualan toko kompetitor dan contek produk andalan yang kontribusinya besar ke omzet toko sehingga nggak perlu stok terlalu banyak jenis produk sampai gudang sesak.
Riset Produk Trending
Tokpee menyebut ada produk yang omzetnya besar tapi sekarang sudah nggak laku. Dengan Tokpee, kamu bisa melihat indikator untuk mengonfirmasi apakah produk masih diminati.
Buat pemula, ini penting biar kamu nggak keburu stok barang yang “udah basi”.
Riset Detail Produk
Ini penyelamat stok pemula. Tokpee menjelaskan kamu bisa tahu varian mana yang paling banyak penjualannya; jadi kamu nggak perlu nyangkutin modal di varian yang kurang diminati.
Kesimpulan
Kalau kamu serius mau riset produk Shopee untuk pemula tanpa salah stok, kuncinya adalah gabungkan riset “manual” dari fitur Shopee dengan riset berbasis data supaya keputusanmu nggak sekadar ikut tren.
Dan kalau kamu pengin lebih aman sebelum keluar modal, Tokpee bisa bantu validasi: dari riset keyword/kategori, intip toko kompetitor, sampai memastikan varian mana yang paling laku!
