Kalau kamu pengin riset produk Tokopedia yang lebih pakai angka, kamu bisa mulai dari omset bulanan sebagai patokan awal. Dengan data ini, kamu jadi lebih mudah memilih produk yang benar-benar punya permintaan dan perputaran uang yang sehat.
Di artikel Tokpee hari ini, kita bahas tools riset produk Tokopedia berdasarkan omset bulanan dan cara riset tambahan supaya keputusan jualanmu makin mantap!
Tools Riset Produk Tokopedia Berdasarkan Omset Bulanan

Riset produk Tokopedia berdasarkan omset bulanan, emang bisa? Bisa banget, dan jujur ini tipe riset yang bikin kamu lebih tenang sebelum keluar modal.
Soalnya beda ya rasanya antara “produk ini kayaknya laku” dengan “produk ini laku dan omzetnya kebukti segini per bulan.”
Dan di sinilah Tokpee jadi tools favorit para seller yang pengin kerja lebih cepat tapi tetap data-driven. Yuk, kita bahas bareng!
Riset Produk Terlaris
Salah satu fitur Tokpee yang paling bermanfaat buat pemula sampai intermediate seller adalah fitur Riset Produk Terlaris. Intinya, kamu bisa menemukan ide produk laris di Tokopedia dari dua pendekatan:
- Riset pencarian dari keyword yang orang cari
- Riset toko dari kompetitor yang sudah terbukti jalan
Kebayang kan enaknya? Kamu nggak mulai dari kosong. Kamu mulai dari “yang sudah terbukti ada pasarnya”.
Sortir berdasarkan omset/bulan
Nah, ini yang nyambung banget dengan topik kita: omset bulanan. Di Tokpee, kamu bisa mensortir hasil riset dengan banyak parameter seperti:
- omset/bulan
- penjualan/bulan
- konversi
- dan parameter lain yang bikin proses seleksi lebih tajam
Kenapa omset/bulan penting? Karena omzet itu ngasih gambaran skala peluang. Kadang ada produk yang kelihatannya sering terjual, tapi nilai transaksinya kecil banget sehingga perputaran uangnya lambat.
Sebaliknya, ada produk yang penjualannya nggak heboh, tapi nilai pesanan rata-ratanya tinggi dan itu bisa jadi peluang bagus.
Cara mikirnya begini:
- Kalau kamu masih awal dan modal terbatas, kamu bisa cari produk dengan omzet/bulan yang menarik tapi kompetisinya masih masuk akal.
- Kalau kamu sudah siap scale, kamu bisa mencari produk dengan omzet/bulan lebih besar dan menyusun strategi bundling, variasi, dan iklan.
Riset Toko Kompetitor
Riset produk itu sering mentok karena kita cuma lihat produknya, tapi lupa lihat “mesin” di baliknya, yaitu toko kompetitor tersebut.
Tokpee punya fitur Riset Toko yang membantu kamu mengintip statistik toko kompetitor, bahkan sampai produk terlarisnya. Ini penting untuk dua hal:
Analisa omzet toko kompetitor
Dengan melihat performa toko di niche tertentu, kamu bisa menilai prospek kalau kamu buka toko di bidang yang sama. Misalnya, kamu lagi ngincer niche “perlengkapan rumah,” lalu kamu lihat beberapa toko kompetitor punya omzet yang konsisten.
Itu sinyal bahwa demand di niche tersebut cukup kuat.
Cari produk kontributor omzet
Banyak toko terlihat “ramai”, tapi sebenarnya omzetnya ditopang oleh beberapa produk inti saja. Dengan riset toko, kamu bisa lebih fokus: produk mana yang layak kamu pelajari lebih dalam, dan produk mana yang sebenarnya hanya pelengkap.
Kalau kamu pakai pendekatan ini, kamu jadi nggak gampang terdistraksi. Karena jujur ya, di Tokopedia itu produk banyak banget. Kalau kamu nggak pakai filter dan data, kamu bisa capek duluan.
Analisa produk trending berbasis realtime data
Ini jebakan paling klasik, ada produk yang omzetnya besar, penjualannya tinggi, tapi sekarang sudah mulai turun. Angka besar masa lalu kadang bikin kita ngiler, padahal tren sudah lewat.
Tokpee menekankan bahwa ada produk yang omzet dan penjualannya besar tapi sekarang udah nggak laku lagi. Karena itu, Tokpee memudahkanmu mensortir produk dan melihat indikator realtime.
Misalnya, berapa banyak produk terjual yang masih dalam proses pengiriman sehingga data ini membantu mengonfirmasi apakah produk tersebut memang masih diminati.
Logikanya simpel: kalau aktivitasnya masih berjalan, demand-nya kemungkinan masih hidup. Kalau sepi, kamu harus lebih hati-hati sebelum stok.
Kapan Omset Per Bulan jadi Patokan?
Biar makin kebayang, ini cara pakai data omzet/bulan secara sehat:
- Untuk cari peluang: shortlist produk dengan omzet/bulan yang menarik.
- Untuk bandingin niche: lihat beberapa toko kompetitor, niche mana yang omzetnya konsisten.
- Untuk ambil keputusan stok: gabungkan omzet/bulan + indikator tren realtime + baca review biar nggak salah kualitas.
Jadi, Tokpee membantu kamu bukan cuma menemukan produk, tapi menyeleksi produk yang lebih layak dikejar berdasarkan metrik.
Cara Riset Produk Tokopedia

Baca review dan feedback pembeli
Setelah kamu menemukan produk-produk yang terindikasi laris, langkah berikutnya adalah membaca review. Review itu seperti laporan lapangan gratis dari pembeli.
Dari review, kamu bisa dapat gambaran:
- kualitas produk (sesuai foto atau tidak)
- kepuasan pembeli
- keluhan paling sering (misalnya ukuran, bahan, packaging, atau daya tahan)
Ini penting supaya produk yang kamu pilih bukan cuma populer, tapi juga benar-benar disukai pelanggan. Karena produk yang “ramai tapi bikin kecewa” biasanya bikin repot jangka panjang: retur, komplain, rating turun.
Gunakan filter “Paling Sesuai” saat cari produk
Cara cepat riset di Tokopedia: ketik produk incaran di kolom pencarian, lalu gunakan urutan “Paling Sesuai”.
Umumnya, produk yang muncul di bagian atas memiliki sinyal performa yang baik. Baik itu dari penjualan, relevansi, rating, dan kombinasi faktor lainnya.
Ini bukan patokan mutlak, tapi cukup bagus untuk langkah awal memilih kandidat produk dan kompetitor yang layak dianalisis.
Contohnya, kamu ketik “cardigan”, lalu urutkan “Paling Sesuai”. Dari sana kamu bisa:
- lihat model apa yang dominan,
- cek range harga yang laku,
- dan perhatikan variasi yang paling sering dibeli.
Manfaatkan fitur “Favorit Toppers Hari Ini”
Kalau kamu lagi buntu ide, fitur “Favorit Toppers Hari Ini” di beranda Tokopedia bisa menjadi sumber inspirasi cepat. Di sana, biasanya ada kumpulan produk yang sedang jadi favorit pengguna dari berbagai kategori.
Gunakan ini untuk:
- menangkap tren,
- menemukan kategori yang lagi ramai,
- dan mendapatkan ide produk yang bisa kamu turunkan jadi sub-niche.
Kombinasikan Manual riset dan Tokpee
Gunakan Tokpee untuk shortlist produk berdasarkan omset/bulan dan indikator tren. Nah, buka Tokopedia, cek produk-produk tersebut secara manual:
- baca review
- lihat foto kompetitor
- cek variasi
- cek harga & promo yang bikin produk itu laku
Setelah itu, kamu bisa lebih mudah menentukan tentukan strategi stok. Mulai dengan jumlah kecil, fokus ke varian paling aman, lalu scale setelah repeat order kebaca.
Dengan kombinasi ini, kamu tidak cuma mengejar produk laris, tapi juga paham kenapa produk itu laris.
Kesimpulan
Kalau kamu pengin riset yang lebih pasti, memakai tools riset produk Tokopedia berdasarkan omset bulanan seperti Tokpee bisa membantu menyaring produk dengan lebih cepat dan akurat.
Apalagi kalau kamu menggunakan parameter omzet/bulan, riset toko kompetitor, dan validasi tren realtime. Setelah shortlist didapat, lengkapi dengan riset manual di Tokopedia dengan baca review, pakai filter “Paling Sesuai”, dan intip “Favorit Toppers Hari Ini” untuk menangkap tren.
Intinya, jangan cuma pilih produk yang terlihat ramai. Pilih produk yang juga sehat secara angka, supaya stokmu muter, bukan nyangkut!
