Produk slow moving di Shopee adalah produk dengan permintaan yang rendah. Stoknya numpuk, pesanannya seret. Cara paling aman buat menemukannya adalah cek peringkat performa produk dan kategori di Seller Centre, lalu bandingkan kunjungan vs penjualan.
Di artikel Tokpee hari ini, kita bahas langkahnya sekaligus cara mengatur stok supaya yang cepat laku gampang di-notice pelanggan!
Cara Mencari Produk Slow Moving di Shopee

Oke, kita mulai dari hal paling penting. Produk slow moving itu harus dibuktikan pakai data, bukan “perasaan”. Kadang kita merasa suatu produk nggak laku, padahal lagi off-season.
Nggak jarang juga kita ngerasa produk aman-aman saja, tapi ternyata tren menurun pelan-pelan sampai nggak kerasa.
Buka data performa, jangan cuma lihat “Produk Saya”
Di Shopee Seller Centre, kamu bisa pakai fitur Bisnis Saya buat melihat rangkuman metrik toko, termasuk bagian yang ngebahas Peringkat Produk dan Urutan Kategori. Kamu dikasih peta produk mana yang performanya bagus dan kategori apa yang meningkatkan omzet toko.
Kalau kamu mau fokus mencari produk slow moving di Shopee, logikanya begini:
- Produk fast moving = ranking penjualan tinggi, perputaran stok cepat.
- Produk slow moving = ranking penjualan rendah / makin turun, atau dilihat banyak tapi nggak jadi dibeli.
Cek “Peringkat Produk” untuk menangkap sinyal awal
Shopee menjelaskan bahwa di bagian Peringkat Produk, kamu bisa melihat potensi produk dengan penjualan tertinggi. Di sana, kamu bisa ambil tindakan seperti iklan atau promo.
Nah, trik praktisnya:
- Kalau ada produk yang dulu sering masuk peringkat atas, tapi sekarang mulai jatuh atau makin jarang muncul, itu kandidat slow moving.
- Kalau ada produk yang nggak pernah muncul di peringkat atas, itu kandidat slow moving yang diam-diam menguras ruang.
Lihat “Urutan Kategori” biar kamu paham konteksnya
Kadang masalahnya bukan produknya doang, tapi kategori. Di Urutan Kategori, Shopee menunjukkan kategori mana yang penjualannya paling tinggi di tokomu.
Bagian ini berguna untuk strategi branding dan fokus energi. Cara bacanya:
- Kalau satu kategori turun performanya, produk di kategori itu bisa ikut melambat.
- Kalau kategori tertentu lagi naik, kamu bisa menggeser stok ke kategori tersebut dan kurangi belanja stok di kategori yang melemah.
Pantau berkala karena perilaku pembeli bisa berubah
Shopee menganjurkan penjual memantau peringkat produk dan kategori secara berkala supaya kamu cepat sadar kalau ada perubahan kebiasaan belanja.
Jadi, jangan cuma cek pas lagi sepi. Idealnya:
- cek mingguan untuk toko yang ramai,
- atau minimal dua mingguan untuk toko yang stabil.
Berikan label “butuh diperbaiki” vs “memang kurang demand”
Biar nggak salah memberikan penilaian, coba pisahkan kandidat slow moving jadi dua tipe:
Dilihat banyak, tapi konversi rendah
Ini biasanya bukan demand-nya nol, tapi lebih ke masalah presentasi:
- foto kurang meyakinkan,
- judul/deskripsi kurang jelas,
- harga kalah saing,
- variasi bikin bingung.
Shopee sendiri menyarankan peningkatan kualitas daftar produk dan pemanfaatan promo atau iklan untuk memaksimalkan potensi produk terlaris.
Memang jarang dicari / jarang dilihat
Kalau produk juga sepi kunjungan, biasanya demand-nya memang rendah atau kalah tren. Di titik ini, kamu bisa:
- bundling,
- diskon clearance,
- atau stop restock dan alihkan modal.
Cara Mengelola Stok Produk
Sekarang bagian yang sering bikin pusing, yaitu stok bisa jadi aset, tapi bisa juga jadi beban. Dan produk slow moving paling jago bikin beban. Ruang kepakai, modal ketahan, tapi nggak muter.
Mulai dari stok yang akurat
Shopee menekankan pentingnya stok yang selalu up to date untuk menghindari pesanan melebihi stok gudang yang bisa berujung penalti. Di materi manajemen stok, Shopee juga menyarankan cek stok berkala.
Praktiknya:
- lakukan stok opnam,
- rapikan data stok di Seller Centre,
- baru setelah itu kamu berani ambil keputusan: restock, tahan, atau clearance.
Proyeksikan stok kamu cukup sampai kapan?
Di materi Shopee soal manajemen stok, salah satu cara gampang adalah menghitung jumlah hari kehabisan stok dengan rumus: jumlah stok ÷ rata-rata produk terjual per hari.
Ini kepake banget untuk dua hal:
- Produk fast moving biar nggak kehabisan.
- Produk slow moving biar kamu sadar “loh ini stoknya cukup buat 6–12 bulan… ngapain nambah lagi?”
Pahami lead time sebelum restock
Shopee juga membahas lead time, yaitu waktu yang dibutuhkan sejak pesan barang sampai barang siap dijual.
Kalau produk slow moving biasanya memiliki lead time panjang dan demand kecil. Hasilnya, risiko stok numpuk makin besar.
Tata gudang pakai logika alur kerja
Secara konsep gudang, inbound itu proses barang masuk/diterima dan dicek; outbound itu proses barang keluar untuk dikirim ke pelanggan.
Supaya operasional kamu ngebut, coba lakukan langkah berikut ini:
- Taruh produk fast moving dekat area packing.
- Produk normal moving di tengah.
- Produk slow moving di area yang lebih belakang atau lebih atas karena frekuensi ambilnya jarang.
Review produk slow moving secara rutin
Kunci manajemen stok bukan sekadar rapih-rapih rak, tapi rutinitas mengambil keputusan. Kamu bisa melakukan dua hal berikut ini:
- Produk yang makin lambat: buat rencana exit (diskon, bundling, bonus).
- Produk yang mulai naik: naikin stok bertahap (jangan langsung borong).
Kesimpulan
Kalau kamu pengin paham cara mencari produk slow moving di Shopee, mulai dari data cek Peringkat Produk dan Urutan Kategori di fitur Bisnis Saya, lalu bandingkan “dilihat vs dibeli” untuk menangkap produk yang mulai melemah.
Setelah ketemu kandidatnya, rapikan stok dan lakukan proyeksi supaya kamu nggak restock cuma karena kebiasaan.

Kalau kamu mau nggak kebanyakan nyimpen produk slow moving di Shopee, salah satu caranya adalah fokus jualan produk yang memang lagi dicari konsumen biar perputaran barang selalu cepat dan cashflow tetap sehat.
Terus gimana caranya tahu produk mana yang lagi laku? Pakai Tokpee. Dengan Tokpee, kamu bisa riset produk berdasarkan kata kunci dan kategori buat nemuin barang yang lagi naik daun.
Kamu juga bisa kepoin toko kompetitor untuk lihat produk andalan mereka dan strategi jualannya. Nggak berhenti di situ, Tokpee bantu kamu cek detail produk dan varian mana yang paling banyak dibeli, jadi kamu nggak salah stok.
Bahkan, kamu bisa riset keyword iklan, atur strategi bidding, dan mantau strategi live shopping serta affiliate kompetitor secara real-time. Hasilnya? Kamu jualan lebih tepat sasaran, stok muter lebih cepat, dan risiko produk jadi dead stock pun jauh lebih kecil!
