
Cara menghitung HPP ayam broiler dilakukan dengan menjumlahkan seluruh biaya produksi lalu dibagi total ayam hidup atau berat panen. Perhitungan ini membantu peternak mengetahui biaya pokok per ekor ayam secara akurat. Dengan HPP yang tepat, kamu bisa menentukan harga jual dan memperkirakan keuntungan usaha.
Bagaimana Cara Menghitung HPP Ayam Broiler?

Jualan ayam broiler termasuk bisnis yang menguntungkan, terutama karena ayam merupakan bahan makanan paling banyak dicari di Indonesia.
Mulai dari telur hingga dagingnya, permintaan ayam nyaris tidak pernah sepi, baik untuk kebutuhan rumah tangga, UMKM kuliner, hingga restoran besar.
Namun, meskipun peluangnya besar, bisnis ayam broiler tetap membutuhkan perhitungan yang matang. Salah satu hal paling krusial adalah memahami cara menghitung HPP ayam broiler.
Tanpa perhitungan HPP yang jelas, peternak bisa salah menentukan harga jual dan berisiko merugi meskipun ayam terjual habis.
Karena itu, sebelum memulai bisnis ini, penting untuk memahami struktur biaya dan cara menghitung HPP ayam broiler yang akan kita bahas hari ini bersama Tokpee!
Secara sederhana, HPP ayam broiler adalah total biaya yang dikeluarkan selama satu siklus ternak, dibagi dengan jumlah ayam hidup atau berat panen yang dihasilkan.
Untuk menghitungnya dengan benar, kamu perlu mencatat seluruh biaya produksi sejak awal hingga panen. Berikut komponen utama dalam cara menghitung HPP ayam broiler.
Biaya Bibit (DOC)
Biaya pertama adalah pembelian DOC (Day Old Chick) atau anak ayam umur sehari. Harga DOC bisa berbeda-beda tergantung kualitas dan supplier.
Misalnya:
- Jumlah DOC: 1.000 ekor
- Harga per DOC: Rp6.000
Total biaya bibit: 1.000 × Rp6.000 = Rp6.000.000.
Biaya ini menjadi dasar awal perhitungan HPP.
Biaya Pakan
Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam usaha ayam broiler, bisa mencapai 60–70% dari total biaya produksi.
Contoh:
- Total pakan selama 35 hari: 3.200 kg
- Harga pakan per kg: Rp8.500
Total biaya pakan: 3.200 × Rp8.500 = Rp27.200.000.
Karena porsinya besar, efisiensi pakan sangat berpengaruh terhadap HPP ayam broiler.
Biaya Obat, Vitamin, dan Vaksin
Kalau mau ayam tumbuh optimal dan tidak mudah terserang penyakit, kamu perlu mengeluarkan biaya untuk obat dan vitamin.
Misalnya: Obat & vitamin selama satu siklus: Rp1.500.000
Biaya ini wajib dimasukkan ke dalam perhitungan HPP karena sangat berpengaruh pada tingkat kematian ayam.
Biaya Operasional Kandang
Biaya operasional meliputi:
- Listrik
- Air
- Gas pemanas
- Sekam
- Tenaga kerja
Contoh total biaya operasional: Rp2.800.000
Biaya ini sering dianggap kecil, padahal jika tidak dihitung bisa membuat HPP jadi tidak akurat.
Total Biaya Produksi
Setelah semua komponen dikumpulkan, total biaya produksi adalah:
- Bibit: Rp6.000.000
- Pakan: Rp27.200.000
- Obat & vitamin: Rp1.500.000
- Operasional: Rp2.800.000
- Total biaya = Rp37.500.000
Menghitung HPP Ayam Broiler
Misalnya dari 1.000 DOC, ayam yang hidup hingga panen adalah 950 ekor.
Rumus HPP per ekor:
- Total biaya / jumlah ayam hidup
Rp37.500.000 / 950 = Rp39.474 per ekor
Inilah HPP ayam broiler per ekor yang menjadi acuan utama dalam menentukan harga jual.
Keuntungan Bisnis Ayam Broiler

Setelah memahami cara menghitung HPP ayam broiler, pertanyaan berikutnya adalah: seberapa untung sih bisnis ayam broiler?
Keuntungan bisnis ayam broiler mulai dari:
- Siklus panen yang cepat (30–35 hari)
- Permintaan pasar yang stabil
- Bisa dijalankan skala kecil hingga besar
Misalnya, harga jual ayam hidup di pasaran adalah Rp45.000 per ekor, sementara HPP kamu Rp39.474.
Keuntungan per ekor: Rp45.000 – Rp39.474 = Rp5.526.
Jika ayam yang terjual 950 ekor, maka potensi keuntungan kotor: 950 × Rp5.526 = Rp5.249.700 per siklus.
Angka ini bisa lebih besar jika efisiensi pakan bagus dan tingkat kematian rendah. Sebaliknya, jika manajemen kandang kurang baik, keuntungan bisa menyusut bahkan berubah jadi kerugian.
Dibandingkan dengan ayam petelur, ayam broiler unggul dari sisi kecepatan perputaran modal karena panen bisa dilakukan lebih cepat dan modal bisa diputar kembali dalam waktu singkat.
Kesimpulan
Cara menghitung HPP ayam broiler adalah langkah penting sebelum memulai dan menjalankan bisnis ternak ayam. Dengan menghitung seluruh biaya mulai dari bibit, pakan, obat, hingga operasional, kamu bisa mengetahui biaya pokok per ekor secara akurat.
HPP yang tepat membantumu menentukan harga jual yang kompetitif dan memperkirakan keuntungan secara realistis. Tanpa perhitungan HPP, bisnis ayam broiler berisiko terlihat ramai tapi sebenarnya tidak menguntungkan.
Dengan manajemen biaya yang baik dan perhitungan yang rapi, bisnis ayam broiler bisa menjadi usaha yang stabil, cepat berputar, dan berpotensi menghasilkan keuntungan yang konsisten!
