Cara menghitung persentase rugi dilakukan dengan membandingkan besar kerugian terhadap modal awal. Perhitungan ini membantu pemilik bisnis mengetahui seberapa besar kerugian yang terjadi secara proporsional. Dengan memahami persentase rugi, kamu bisa mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat dan terukur.
Bagaimana Cara Menghitung Persentase Rugi?
Memahami cara menghitung persentase rugi adalah langkah penting dalam mengelola keuangan bisnis, baik bisnis kecil, UMKM, maupun usaha yang sudah berjalan lama. Banyak pelaku usaha merasa sudah “rugi”, tapi belum benar-benar paham seberapa besar kerugian yang terjadi secara angka.
Padahal, mengetahui persentase rugi akan membantu bisnis melihat apakah pengeluaran lebih besar dibanding pemasukan, atau justru masih bisa ditoleransi dalam jangka pendek. Tanpa perhitungan yang jelas, kerugian kecil bisa terasa sepele, tapi lama-lama menumpuk dan berdampak besar pada cashflow.
Dengan memahami konsep ini, kamu bisa paham apakah bisnis sedang rugi atau nggak. Bonusnya, kamu juga bisa mengukur tingkat kerugian secara objektif.
Sebelum masuk ke contoh kasus, kita bahas dulu dasar dari cara menghitung persentase rugi. Langkah pertama adalah menghitung besar kerugian.
Rumusnya cukup sederhana: Harga beli (modal) – harga jual = besar rugi. Setelah kamu mengetahui besar rugi dari suatu transaksi atau produk, barulah kamu bisa menghitung persentase kerugian.
Rumus persentase rugi adalah: (Besar rugi / Modal) × 100%. Rumus ini digunakan untuk melihat kerugian dalam bentuk persentase sehingga lebih mudah dibandingkan antar produk, periode waktu, atau jenis bisnis.
Contoh Cara Menghitung Persentase Rugi

Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa contoh cara menghitung persentase rugi dari berbagai jenis bisnis.
Bisnis Clothing Line
Misalnya nih, kamu punya bisnis clothing line dan memproduksi kaos dengan rincian biaya berikut:
- Biaya produksi per kaos: Rp80.000
- Harga jual kaos: Rp65.000
Langkah pertama, hitung besar rugi: Rp80.000 – Rp65.000 = Rp15.000.
Selanjutnya, hitung persentase rugi: (Rp15.000 / Rp80.000) × 100% = 18,75%.
Artinya, setiap kaos yang terjual kamu mengalami kerugian sebesar 18,75% dari modal. Kalau kondisi ini terus berlanjut, jelas bisnis akan sulit bertahan tanpa perubahan harga atau biaya produksi.
Bisnis Coffee Shop
Sekarang kita ambil contoh bisnis coffee shop. Misalnya, satu menu kopi susu memiliki komponen biaya:
- Biji kopi, susu, gula, cup: Rp18.000
- Harga jual: Rp15.000
Hitung besar rugi: Rp18.000 – Rp15.000 = Rp3.000.
Lalu hitung persentase rugi: (Rp3.000 / Rp18.000) × 100% = 16,67%.
Kerugian ini mungkin terlihat kecil per cup, tapi kalau terjual 100 cup per hari, berarti kamu rugi Rp300.000 per hari. Inilah pentingnya menghitung persentase rugi, bukan hanya melihat nominalnya saja.
Bisnis Catering
Untuk bisnis catering, misalnya kamu menerima pesanan nasi box dengan detail berikut:
- Total biaya bahan & operasional per box: Rp35.000
- Harga jual ke klien: Rp30.000
Besar rugi: Rp35.000 – Rp30.000 = Rp5.000.
Persentase rugi: (Rp5.000 / Rp35.000) × 100% = 14,29%.
Dari sini, kamu bisa melihat bahwa meskipun order terlihat banyak, bisnis catering tetap berpotensi merugi jika harga jual tidak dihitung dengan matang.
Mengapa Penting untuk Menghitung Persentase Rugi?
Menghitung persentase rugi bukan sekadar soal angka, tapi soal kelangsungan bisnis.
Cek Kesehatan Cashflow
Menghitung persentase rugi bisa membantumu memahami apakah cashflow masih aman atau sudah mulai gawat. Jika persentase rugi terlalu besar dan terjadi terus-menerus, maka arus kas akan cepat terkuras tanpa kamu sadari.
Dengan data ini, kamu bisa menentukan apakah kerugian masih bisa ditoleransi sementara, atau sudah harus segera ditangani.
Memudahkan Mengambil Keputusan
Kalau kamu paham kondisi keuangan setelah menghitung persentase rugi, akan lebih mudah untuk membuat keputusan bisnis. Misalnya, apakah perlu menaikkan harga, mencari supplier lebih murah, mengurangi biaya operasional, atau bahkan menghentikan produk tertentu.
Keputusan yang berbasis data akan jauh lebih aman dibanding sekadar mengandalkan perasaan.
Bahan Evaluasi
Persentase rugi juga bisa dijadikan bahan evaluasi berkala. Kamu bisa membandingkan persentase rugi bulan ini dengan bulan sebelumnya, atau antar produk yang berbeda.
Dari sini, kamu bisa paham produk mana yang sebenarnya “menggerogoti” keuangan bisnis dan mana yang masih layak dipertahankan.
Kesimpulan
Cara menghitung persentase rugi sangat penting untuk memahami kondisi keuangan bisnis secara menyeluruh. Dengan rumus sederhana, kamu bisa mengetahui seberapa besar kerugian dibandingkan modal yang dikeluarkan.
Perhitungan ini membantu kamu menjaga cashflow, mengambil keputusan yang tepat, dan melakukan evaluasi bisnis secara objektif. Tanpa menghitung persentase rugi, bisnis berisiko terus berjalan dalam kondisi merugi tanpa disadari.

Tools riset produk Tokpee bisa membantu mencegah persentase rugi kamu membesar. Kok bisa? Karena dengan Tokpee, kamu bisa melihat produk apa saja yang sedang banyak dicari dan punya potensi penjualan tinggi.
Dengan menjual produk yang memang sudah ada demand-nya, risiko rugi bisa ditekan sejak awal. Jadi, sebelum produksi atau stok barang, pastikan kamu riset dulu pakai Tokpee supaya bisnismu tidak sekadar jalan, tapi juga menguntungkan!
